Korea Selatan Kaji Kebijakan Bebas Visa untuk Wisatawan Indonesia
Pemerintah Korea Selatan sedang mengevaluasi penerapan kebijakan bebas visa bagi wisatawan asal Indonesia. Langkah ini bertujuan untuk menarik lebih banyak pengunjung dari seluruh dunia, terutama dari kawasan Asia Tenggara.
Baca juga: Peluncuran Smartphone Terbaru Realme dengan Kapasitas Baterai Jumbo
Dalam pertemuan National Tourism Strategy Meeting ke-11, Presiden Lee Jae Myung dan Perdana Menteri Kim Min-seok menyampaikan bahwa program ini akan diuji coba untuk kelompok wisatawan yang terdiri dari tiga orang atau lebih.
Kebijakan bebas visa ini adalah bagian dari upaya Korea Selatan untuk meningkatkan kunjungan dari wisatawan mancanegara. Menurut pengumuman resmi, kebijakan ini tidak hanya berlaku untuk Indonesia tetapi juga untuk pengunjung dari China dan negara-negara Asia Tenggara lain yang sebelumnya telah mengunjungi Korea.
Dengan kebijakan ini, wisatawan asal Indonesia yang tergabung dalam kelompok diharapkan dapat merasakan kemudahan akses untuk berkunjung. Presiden Lee Jae Myung menyoroti bahwa tujuan dari kebijakan ini adalah untuk meningkatkan arus pariwisata dari negara-negara tetangga.
Sementara itu, kementerian terkait juga telah mengumumkan akan memberikan kemudahan bagi pengunjung dari negara-negara yang masuk dalam kategori tertentu untuk mendapatkan visa multiple-entry dengan masa berlaku hingga lima tahun.
Baca juga: Pentingnya Merawat Kesehatan Mental di Kalangan Generasi Muda
Selain itu, Korea Selatan juga akan memperluas penggunaan sistem gerbang imigrasi otomatis untuk wisatawan internasional. Sebelumnya, sistem ini hanya tersedia bagi 18 negara, termasuk Jepang dan Australia, namun kini akan diperluas sekaligus mencakup warga negara anggota Uni Eropa.
Penggunaan gerbang imigrasi ini diharapkan dapat mempercepat proses kedatangan di bandara dan meningkatkan kenyamanan bagi wisatawan. Ini adalah bagian dari upaya total pemerintah untuk memperbaiki pengalaman pengunjung di negara tersebut.
Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi pun sedang menjalankan program untuk meningkatkan penerbangan internasional langsung ke bandara regional. Mereka menawarkan hak lalu lintas udara khusus dan potongan biaya untuk maskapai yang berpartisipasi.
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, Korea Selatan akan meluncurkan kampanye bernama Visit Korea 2027-2029. Kampanye ini akan fokus pada promosi berbagai pengalaman wisata, termasuk K-beauty dan K-food.
Presiden Lee Jae Myung juga menekankan pentingnya pariwisata sebagai industri strategis untuk negara. Beliau mengingatkan bahwa tujuan utama bukan hanya menjual tempat, tetapi juga menciptakan pengalaman yang tak terlupakan bagi wisatawan.
Sebagai langkah tambahan, pemerintah berencana untuk mengambil tindakan tegas terhadap praktik kenaikan harga yang tidak wajar. Sanksi akan diterapkan bagi bisnis yang tidak menjaga harga sesuai yang tertera untuk melindungi citra pariwisata Korea.
Baca juga: Kontroversi Anggota DPR Dinonaktifkan Tanpa Pengurangan Gaji
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: