Klarifikasi Bupati Terkait Isu Penertiban Pedagang di Sumba Barat Daya
Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla, memberikan klarifikasi mengenai viralnya video yang menunjukkan seorang pedagang sayur dilarang berjualan di teras miliknya. Insiden ini terjadi pada 19 Februari 2026 dan menarik perhatian publik di media sosial.
Baca juga: Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat: Tetap Bugar Di Rumah
Dalam video tersebut, pedagang mengklaim bahwa haknya untuk berjualan di area pribadi dilanggar. Namun, pemerintah daerah menekankan bahwa penertiban dilakukan demi ketertiban umum dan menyediakan lokasi bagi pedagang.
Peristiwa ini bermula ketika petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melarang seorang pedagang sayur berjualan di teras rumahnya. Dalam klarifikasinya, petugas menegaskan bahwa penertiban ini untuk menegakkan peraturan daerah yang berkaitan dengan ketertiban umum.
Bupati Wulla mengonfirmasi bahwa berjualan tersebut dilakukan di kios milik pedagang di bahu jalan, bukan di teras rumahnya. Ia menambahkan, aktivitas di bahu jalan dapat mengganggu pengguna jalan dan menghambat arus lalu lintas.
Oleh karena itu, tujuan dari penertiban adalah untuk menata ruang publik agar tetap aman. Penertiban bukan sekadar tindakan represif, tetapi bagian dari upaya menjaga ketertiban di wilayah tersebut.
Baca juga: Pentingnya Merawat Kesehatan Mental di Kalangan Generasi Muda
Bupati Wulla menekankan pentingnya pendekatan persuasif dalam penertiban, dimana komunikasi yang baik dengan pemilik usaha lebih diutamakan. "Kalau saya mau menggunakan aturan secara tegas, tentu bisa langsung ditertibkan. Tetapi saya memilih berdialog baik-baik dengan pemilik usaha," ungkapnya.
Dari dialog tersebut, pedagang menjelaskan bahwa tidak ada tindakan kekerasan saat penertiban berlangsung. Ia merasa bahwa petugas hanya memberikan penjelasan secara baik.
Dalam konteks ini, video yang beredar telah menciptakan kesalahpahaman di publik. Pedagang tersebut merasa pemahaman orang-orang berbeda dengan realitas kejadian.
Sebagai bagian dari klarifikasinya, Bupati Wulla mengingatkan masyarakat untuk selalu memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya di media sosial. Penyebaran informasi yang tidak akurat dapat menyebabkan misunderstanding di masyarakat.
Di akhir kunjungannya, Bupati Wulla menunjukkan dukungannya dengan membeli dagangan dari pedagang tersebut, yang mencerminkan budaya kasih sayang masyarakat di Sumba Barat Daya.
Langkah ini diharapkan dapat menyelesaikan isu seputar penertiban pedagang dengan baik sambil mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mematuhi peraturan yang ada.
Baca juga: Menunjukkan Cinta Tanpa Kata: Cara Sederhana untuk Membahagiakan Pasangan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: