Fenomena Pembekuan Air Terjun Niagara yang Memukau Dunia
Air Terjun Niagara baru-baru ini mengalami fenomena langka di mana aliran airnya hampir sepenuhnya membeku akibat suhu dingin yang ekstrem. Peristiwa ini menarik perhatian wisatawan dan media dari berbagai belahan dunia.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Perlakuan Istimewa Selebritas di DPR
Lapisan es yang terbentuk di sekitar air terjun, yang terletak di perbatasan Kanada dan Amerika Serikat, menciptakan pemandangan yang menakjubkan dan memikat bagi pengunjung.
Dalam beberapa minggu terakhir, kondisi cuaca di selatan Ontario, Kanada, mengalami penurunan suhu yang ekstrem, berdampak langsung pada Air Terjun Niagara. Menurut Niagara Parks, 'ini menciptakan gundukan es besar di sekitar Air Terjun, terkadang setebal lebih dari 40 kaki, dan es yang menakjubkan di sepanjang tepiannya.'
Pembekuan ini terjadi ketika suhu berada di bawah titik beku, dipadukan dengan interaksi antara kabut dan air yang mengalir deras. Meskipun bukan fenomena pertama, pemandangan ini tetap luar biasa bagi siapa saja yang mengalaminya.
Juru bicara Taman Negara Bagian Air Terjun Niagara, Angela Berti, menjelaskan bahwa 'kami masih belum sepenuhnya membeku, tetapi sungguh, di luar sana sangat dingin,' menyoroti kondisi ekstrem yang berlangsung di kedua sisi air terjun.
Baca juga: Menu Sarapan Sehat untuk Petinju: Meningkatkan Performa Latihan
Walaupun air terjun tidak sepenuhnya membeku, lapisan es yang terbentuk memberikan keindahan visual sangat luar biasa. Laporan dari WIVB-TV di Buffalo mengungkapkan, 'air terjun Niagara diselimuti lapisan es setelah suhu di bawah nol dan badai musim dingin yang melanda Amerika Serikat.'
Pemandangan ini menghadirkan pesona yang makin terpancar, dengan kabut beku yang menciptakan suasana mistis. Foto-foto yang diambil menunjukkan uap yang menyembur dari area yang diselimuti es, memberi kesan magis yang memikat.
Namun, Berti mengingatkan, 'mustahil bagi air terjun untuk membeku sepenuhnya lagi,' menekankan bahwa es yang terlihat merupakan akumulasi dari sungai, menciptakan efek seolah-olah air terjun membeku.
Air Terjun Niagara memiliki catatan pembekuan yang menarik, dengan catatan terakhir pembekuan sepenuhnya terjadi pada tahun 1938. Berti juga menyebutkan bahwa tahun 1848 menjadi puncak pembekuan, saat kedua sisi air terjun benar-benar membeku.
Salah satu penghalang pencegah pembekuan total saat ini adalah adanya alat yang mengapung di sungai, dirancang untuk mengatur aliran dan menghindari banjir. Pembekuan sebelumnya pada tahun 1930-an juga dipicu oleh akumulasi es di hulu sungai.
Dengan tinggi sekitar 51 hingga 57 meter dan debit air mencapai 85.000 kaki kubik per detik, Air Terjun Niagara tetap menjadi salah satu keajaiban alam yang paling menarik di dunia.
Baca juga: Destinasi Menakjubkan untuk Menyaksikan Sunset di Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: