Buka puasa bersama, atau yang dikenal dengan bukber, telah menjadi tradisi khas di bulan Ramadan. Namun, beberapa orang mengeluhkan bahwa acara tersebut bisa menjadi sumber kelelahan daripada kebahagiaan.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Perlakuan Istimewa Selebritas di DPR
Fenomena yang dinamakan 'Sunday Bukber Syndrome' ini menyoroti bagaimana jadwal bukber yang padat dapat membuat seseorang merasa lelah dan tertekan.
Tekanan Sosial dan Harapan Terhadap Bukber
Buka puasa bersama sering kali menjadi momen penting untuk berkumpul dengan teman dan keluarga. Namun, semakin banyak undangan yang diterima, semakin besar pula tekanan sosial yang dirasakan untuk hadir di setiap acara.
Tuntutan untuk tampil sempurna dalam hal pakaian dan lokasi bukber menciptakan rasa cemas yang signifikan. Banyak individu merasa terpaksa untuk menghadiri berbagai acara dalam satu hari demi menjaga hubungan sosial, sehingga mengorbankan waktu pribadi mereka.
Baca juga: Memahami Keuangan Melalui Finfluencer: Panduan untuk Meningkatkan Literasi Finansial
Kepadatan Jadwal Bukber
Tidak jarang, seseorang menerima undangan bukber dari beberapa tempat berbeda dalam satu akhir pekan. Ketika hal ini terjadi tanpa perencanaan yang matang, waktu yang diperlukan untuk berpindah tempat menjadi sangat minim.
Kepadatan jadwal ini sering kali membuat peserta bukber tidak dapat menikmati makanan atau berinteraksi dengan teman-teman dengan maksimal, yang berujung pada rasa lelah baik fisik maupun mental. Makanan yang seharusnya dinikmati bisa menjadi beban karena harus dimakan secara terburu-buru.
Dampak Psikologis yang Terbentuk
Setelah menghadiri berbagai acara, sejumlah individu merasakan keletihan yang berdampak pada kondisi emosional mereka. Momen yang seharusnya bersifat menyenangkan dapat berubah menjadi tekanan yang menyakitkan.
Perasaan cemas sering kali menghantui individu ketika menghadapi acara bukber berikutnya, mengganggu suasana hati dan mengurangi kebahagiaan yang seharusnya dirasakan selama bulan Ramadan. Siklus ini bisa menghalangi kesempatan untuk menikmati kebersamaan secara berkualitas.
Baca juga: Menu Sarapan Sehat untuk Petinju: Meningkatkan Performa Latihan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: