Dalam budaya Tionghoa, angka memegang peranan penting sebagai simbol keberuntungan yang dapat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan. Beberapa angka dianggap membawa keberuntungan, sementara yang lain dihindari karena konotasi negatif.
Baca juga: Desta Sebarkan Tuntutan 17+8 Setelah Dihujat Soal Pilihan Politik
Makna Angka dalam Budaya Tionghoa
Setiap angka dalam budaya Tionghoa memiliki arti tertentu yang dalam beberapa kasus mempengaruhi keputusan sehari-hari. Angka 8, misalnya, sangat dihormati karena berbunyi mirip dengan kata yang berarti 'prosperitas' dalam bahasa Mandarin.
Sebaliknya, angka 4 sering kali dihindari karena diucapkan sama dengan kata untuk 'mati'. Hal ini menjadikan angka ini tidak populer dalam pemilihan nomor rumah atau telepon oleh sebagian orang.
Baca juga: Denza Luncurkan MPV Mewah D9 dengan Harga Lebih Kompetitif
Implementasi Angka Keberuntungan dalam Kehidupan Sehari-hari
Dalam komunitas Tionghoa, praktik penggunaan angka keberuntungan terlihat jelas di berbagai aspek kehidupan. Banyak restoran yang memilih menyertakan angka 8 atau 6 dalam namanya, mengharapkan dampak positif terhadap bisnis.
Saat memperingati Tahun Baru Imlek, banyak keluarga yang akan mendekorasi rumah mereka dengan simbol-simbol yang mengandung angka keberuntungan. Tradisi ini diyakini dapat mendatangkan keberuntungan bagi penghuni rumah.
Variasi Makna Angka di Berbagai Region
Makna angka keberuntungan berbeda-beda tergantung pada konteks dan lokasi. Di Indonesia, misalnya, angka 9 sering dianggap membawa keberuntungan serta meningkatkan peluang kesuksesan.
Sementara itu, di beberapa daerah lain, angka 7 mungkin lebih dianggap menguntungkan, terutama dalam konteks spiritual. Variasi ini mencerminkan pengaruh budaya lokal terhadap kepercayaan terhadap angka.
Baca juga: Pesona Sepatu Putih: Item Fashion Wajib di Setiap Lemari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: