Senin, 15 DESEMBER 2025 • 19:18 WIB

Protes Besar di Tomsk Terkait Larangan Roblox oleh Pemerintah Rusia

Author

Protes Besar di Tomsk Terkait Larangan Roblox oleh Pemerintah Rusia

Puluhan orang berkumpul di Tomsk, Siberia, pada Minggu (14/12) untuk mengekspresikan ketidakpuasan mereka terhadap larangan Rusia yang memblokir platform game populer, Roblox.

Baca juga: Kunto Aji Soroti Perlakuan Istimewa Selebritas di DPR

Aksi ini menunjukkan kemarahan masyarakat terhadap penyensoran yang terjadi di tengah kondisi politik yang semakin ketat selama masa perang.

Latar Belakang Penyensoran di Rusia

Rusia telah melakukan pemblokiran pada banyak platform media sosial seperti Snapchat, Facebook, Instagram, WhatsApp, dan YouTube. Langkah ini adalah bagian dari strategi pemerintah untuk mengendalikan narasi yang beredar dan mendistribusikan informasi yang sejalan dengan kepentingan nasional.

Pengawas komunikasi Rusia, Roskomnadzor, mengumumkan pada 3 Desember bahwa Roblox akan diblokir karena konten-kontennya dianggap tidak pantas bagi anak-anak dan dapat berdampak negatif terhadap perkembangan moral mereka.

Baca juga: Kota-kota Favorit untuk Liburan Sendirian di Indonesia

Aksi Protes di Tomsk

Di Tomsk, yang terletak sekitar 2.900 km di timur Moskow, aksi protes dihadiri oleh puluhan orang yang membawa poster-poster dukungan untuk Roblox. Di antara slogan-slogan yang tertera adalah 'Jangan sentuh Roblox' dan 'Roblox adalah korban Tirai Besi digital'.

Salah satu poster dalam protes tersebut bahkan menyoroti ketidakpuasan masyarakat dengan menyatakan, 'Larangan dan pemblokiran adalah satu-satunya yang dapat Anda lakukan,' menunjukkan rasa frustrasi terhadap kebijakan pemerintah.

Dampak dan Tanggapan Terhadap Larangan

Larangan Roblox ini memicu perdebatan mengenai efek sensor terhadap keamanan anak-anak di dunia digital. Banyak orang tua dan pendidik khawatir bahwa Roblox bisa menjadi saluran bagi akses anak-anak ke konten yang tidak pantas dan potensi komunikasi dengan orang dewasa yang berbahaya.

Roblox, yang berkantor pusat di San Mateo, California, sebelumnya juga pernah dilarang di negara lain seperti Irak dan Turki karena alasan serupa. Dalam menghadapi larangan ini, Roblox menyampaikan komitmennya terhadap keselamatan pengguna dengan menekankan bahwa mereka memiliki perlindungan bawaan yang ketat untuk menjaga keamanan pengguna.

Baca juga: Sri Mulyani: Tidak Pernah Lelah Mencintai Indonesia Meski Menghadapi Tantangan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU