Jumat, 05 DESEMBER 2025 • 13:58 WIB

Memahami Social Exhaustion: Kelelahan Emosional di Era Modern

Author

Memahami Social Exhaustion: Kelelahan Emosional di Era Modern

Social exhaustion menjadi fenomena yang semakin umum dalam kehidupan modern, di mana interaksi sosial intensif dapat menguras energi mental seseorang.

Baca juga: Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat: Tetap Bugar Di Rumah

Kondisi ini sering kali ditandai dengan rasa lelah yang tidak hanya fisik, tetapi juga emosional, akibat kebutuhan untuk terhubung secara terus-menerus.

Apa Itu Social Exhaustion?

Social exhaustion adalah keadaan di mana individu merasa lelah dan terkuras secara emosional akibat banyaknya interaksi sosial yang dilakukan.

Gejala yang ditimbulkan bervariasi mulai dari kecemasan, kesulitan berkonsentrasi, hingga keinginan untuk menarik diri dari lingkungan sosial.

Tina Krejci, seorang psikolog, menjelaskan, "Jika kita terus-menerus mengikuti jadwal sosial tanpa memberi waktu istirahat pada diri sendiri, maka kita bisa mengalami kelelahan emosional yang berujung pada social exhaustion."

Baca juga: Beware of Hidden Sugars in Your Favorite Foods

Penyebab Social Exhaustion

Salah satu penyebab utama dari social exhaustion adalah tuntutan untuk selalu aktif di media sosial, yang membuat individu merasa harus terus terhubung.

Akibatnya, banyak orang tidak menyadari dampak negatif dari kebiasaan tersebut, termasuk kelelahan emosional.

Dr. Darlene Lancer menyatakan, "Seringkali, kita merasa terpaksa untuk bersosialisasi demi memenuhi ekspektasi sosial, yang pada akhirnya justru merugikan kesehatan mental kita."

Cara Mengatasi Social Exhaustion

Menetapkan batasan dalam interaksi sosial merupakan langkah awal yang efektif untuk mengatasi social exhaustion.

Disarankan untuk meluangkan waktu bagi diri sendiri melalui kegiatan yang dapat memulihkan energi mental seperti meditasi atau membaca.

Lebih penting untuk menjaga kualitas interaksi sosial dengan orang-orang terdekat yang memberikan dukungan emosional, dibandingkan dengan hanya berfokus pada kuantitas.

Baca juga: Menunjukkan Cinta Tanpa Kata: Cara Sederhana untuk Membahagiakan Pasangan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU