Selasa, 25 NOVEMBER 2025 • 14:12 WIB

Fenomena Aliran Sungai Amazon: Terungkapnya Sejarah Geologis yang Menarik

Author

Fenomena Aliran Sungai Amazon: Terungkapnya Sejarah Geologis yang Menarik

Aliran sungai Amazon, salah satu yang terbesar di dunia, mengalami fenomena unik dengan mengalir ke arah sebaliknya dari barat ke timur. Temuan ini menyoroti kompleksitas sejarah geologis dan perubahan aliran sungai tersebut.

Baca juga: Lari Malam: Manfaat, Tantangan, dan Tips Keamanannya

Penelitian yang pertama kali disampaikan oleh Russel Mappes pada tahun 2006 ini mengungkap bahwa sungai Amazon pernah mengalir dari timur ke barat, menunjukkan dinamika geologis yang tidak statis.

Temuan Sejarah Geologis

Russel Mappes mempresentasikan hasil penelitiannya tentang potongan-potongan kuno batu permata zirkon yang ditemukan di sekitar sungai Amazon. Batu-batu ini, yang berasal dari wilayah timur, menunjukkan bahwa aliran sungai tersebut berfungsi dengan cara yang berbeda di masa lalu.

Mappes mengatakan, "Sepanjang cekungan, usia butiran mineral menunjukkan lokasi spesifik Amerika Selatan bagian tengah dan timur," yang mencerminkan bahwa kondisi geografis sungai Amazon tidak statis seiring berjalannya waktu.

Baca juga: Pengembalian Jam Tangan Mewah Ahmad Sahroni Setelah Penjarahan

Dampak Geografis pada Aliran Sungai

Para peneliti sepakat bahwa fenomena perubahan arah aliran sungai ini disebabkan oleh kondisi geologis di Amerika Selatan bagian timur laut, yang terletak pada ketinggian tertentu. Wilayah ini terbentuk selama Periode Kreatif, antara 65 hingga 145 juta tahun yang lalu.

Drew Coleman, Supervisor Mappes, menjelaskan, "Amazon sangat datar membuat kemiringan dua arah bisa mengubah banyak hal," menunjukkan bagaimana struktur geografis tersebut memengaruhi aliran sungai.

Proses Erosi dan Perubahan Permukaan

Dalam analisis lebih mendalam pada tahun 2014, penelitian menggunakan pemodelan untuk menyelidiki efek dari kenaikan permukaan di Pegunungan Andes. Hujan yang terus menerus di daerah tersebut berkontribusi pada erosi signifikan di sekitar sungai.

Proses erosi ini juga berkontribusi pada pembentukan lahan basah Pebas. Sekitar sepuluh juta tahun yang lalu, ditemukan bahwa penumpukan sedimen di lokasi tersebut juga menaikkan permukaan tanah, yang berpotensi menyebabkan aliran sungai berbalik arah.

Baca juga: Dampak Perkataan Kasar Orang Tua pada Psikologi Anak

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU