Sabtu, 22 NOVEMBER 2025 • 10:33 WIB

Menelusuri Konsep Soft Parenting di Indonesia

Author

Menelusuri Konsep Soft Parenting di Indonesia

Dalam beberapa bulan terakhir, konsep 'soft parenting' semakin populer di kalangan orang tua di Indonesia.

Baca juga: Kota-kota Favorit untuk Liburan Sendirian di Indonesia

Munculnya tren ini dipicu oleh meningkatnya diskusi di media sosial dan seminar parenting yang membahas pendekatan lebih lembut dalam pengasuhan anak.

Apa itu Soft Parenting?

Soft parenting adalah pendekatan pengasuhan yang mendasari pentingnya komunikasi lembut dan empati antara orang tua dan anak.

Alih-alih menggunakan hukuman, pendekatan ini berfokus pada pemahaman perasaan anak dan dialog mengenai perilaku yang perlu diperbaiki.

Pendekatan ini muncul sebagai alternatif terhadap gaya disiplin keras yang sering diterapkan dalam pengasuhan tradisional.

Riset menunjukkan bahwa metode ini dapat membuat anak merasa lebih dihargai dan didengarkan, yang pada gilirannya bisa meningkatkan rasa percaya diri.

Implementasi Soft Parenting di Indonesia

Di Indonesia, semakin banyak orang tua yang menerapkan soft parenting sebagai respons terhadap perubahan zaman.

Baca juga: Penjarahan Rumah Uya Kuya: Reaksi Publik dan Diskursus Sosial

Komunitas dan kelompok diskusi telah terbentuk untuk mendukung orang tua dalam mengimplementasikan prinsip-prinsip soft parenting.

Buku dan seminar bertemakan soft parenting juga semakin banyak diterbitkan, memberikan panduan serta teknik bagi orang tua.

Media sosial menjadi platform di mana orang tua dapat berbagi pengalaman dan menciptakan tren #SoftParenting.

Apakah Soft Parenting Efektif?

Berdasarkan sejumlah studi, soft parenting telah terbukti efektif dalam memperbaiki hubungan antara orang tua dan anak.

Anak-anak yang merasakan kemudahan dalam berbagi perasaan dengan orang tua mereka cenderung memiliki hubungan yang lebih baik.

Namun, efektivitas penerapan soft parenting sangat bergantung pada konsistensi dan lingkungan keluarga yang mendukung.

Keluarga dengan latar belakang disiplin keras mungkin memerlukan waktu untuk beradaptasi pada pendekatan ini.

Baca juga: Menunjukkan Cinta Tanpa Kata: Cara Sederhana untuk Membahagiakan Pasangan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU