Minggu, 16 NOVEMBER 2025 • 15:16 WIB

Ketakutan terhadap Angka 13: Sejarah dan Dampaknya dalam Budaya

Author

Ketakutan terhadap Angka 13: Sejarah dan Dampaknya dalam Budaya

Angka 13 sering dipandang sebagai angka sial di berbagai budaya, termasuk Indonesia, di mana banyak orang percaya bahwa angka ini membawa nasib buruk.

Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Masyarakat

Fenomena ini, yang dikenal sebagai triskaidekaphobia, memiliki akar sejarah yang dalam dan menghasilkan berbagai dampak sosial yang nyata.

Asal Usul Ketakutan terhadap Angka 13

Ketakutan terhadap angka 13 telah ada sejak zaman kuno, dengan akar tradisi dan mitologi yang membangun stigma terhadap angka tersebut.

Salah satu cerita terkenal berasal dari tradisi Kristen, di mana ada 13 orang yang hadir pada perjamuan terakhir, menjadikan Judas Iskariot sebagai pengkhianat. Ketidakhadiran figur yang positif dalam konteks tersebut merangsang persepsi negatif terhadap angka 13.

Mitos lain mengaitkan angka 13 dengan penciptaan manusia yang berlangsung pada hari ke-13, mengimplikasikan bahwa angka ini berhubungan dengan kejadian yang tidak baik.

Baca juga: Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat: Tetap Bugar Di Rumah

Dampak Ketakutan terhadap Angka 13 di Masyarakat

Ketakutan yang bersifat superstisi terhadap angka 13 menciptakan konsekuensi nyata dalam kehidupan sehari-hari. Di beberapa negara, gedung dan hotel menghilangkan nomor 13 dari urutan lantai mereka, mengganti dengan nomor 12A.

Dalam dunia penerbangan, berbagai maskapai menghindari penomoran kursi 13, menunjukkan pengaruh besar dari superstisi ini hingga ke sektor yang berorientasi pada keselamatan.

Meski di Indonesia tidak sepopuler di negara-negara Barat, angka 13 tetap menjadi perhatian. Beberapa orang memilih untuk tidak menggelar acara penting pada tanggal 13 karena khawatir akan nasib buruk.

Posisi Angka 13 dalam Budaya Populer

Dalam budaya populer, angka 13 sering dijadikan tema dalam film dan buku yang menggambarkan elemen horor atau mistis. Berbagai film horor bergantung pada ketakutan akan angka ini untuk menarik perhatian penonton.

Di sisi lain, dengan perubahan persepsi masyarakat yang semakin terbuka, ada upaya untuk merubah stigma negatif terhadap angka 13. Sebagian orang beranggapan bahwa angka ini bisa dianggap sebagai angka keberuntungan.

Anak-anak dari pandangan yang berbeda ini menjadikan angka 13 sebagai topik yang menarik untuk dibahas, menyoroti interaksi antara kepercayaan dan kebudayaan.

Baca juga: Pentingnya Merawat Kesehatan Mental di Kalangan Generasi Muda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU