Rabu, 05 NOVEMBER 2025 • 11:17 WIB

Prosesi Kirab Jenazah Pakubuwono XIII di Surakarta

Author

Prosesi Kirab Jenazah Pakubuwono XIII di Surakarta

Jenazah Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Pakubuwono XIII, dikirab menuju Loji Gandrung pada Rabu, 5 November 2025, sekitar pukul 09.00 WIB.

Baca juga: Kota-kota Favorit untuk Liburan Sendirian di Indonesia

Prosesi ini merupakan bagian dari rangkaian ritual pelepasan jenazah oleh keluarga Keraton yang berlangsung dengan khidmat.

Rangkaian Prosesi Kirab

Kirab diawali oleh barisan prajurit keraton yang membawa simbol-simbol kehormatan, diiringi dengan penyebaran udik-udik di sepanjang rute prosesi. KGPHA Dipokusumo, adik dari Pakubuwono XIII, memimpin pelepasan jenazah yang dinamakan Layon Dalem SISKS Pakoe Boewono XIII Hangabehi.

Dalam iring-iringan tersebut, terdapat kereta jenazah yang didampingi oleh dua kereta pengiring. "Yang mengiringi abdi dalem dan keluarga, ada prajurit juga. Selain kereta jenazah, ada dua kereta yang mengiringi dan kereta untuk menyebar udik-udik sampai di Loji Gandrung," ungkap KGPHA Dipokusumo.

Koordinasi dengan Kasultanan Yogyakarta dilakukan agar iring-iringan dapat bertemu di Prambanan, yang menunjukkan pentingnya tradisi yang dijaga dan dilestarikan selama bertahun-tahun.

Baca juga: Polisi Selidiki Penjarahan di Rumah Eko Patrio Setelah Kontroversi Video

Keamanan dan Pengaturan Lalu Lintas

Polresta Solo mengerahkan 469 personel untuk mengamankan prosesi kirab dan pemakaman agar berlangsung lancar. Wakapolresta Solo, AKBP Sigit, menjelaskan bahwa berbagai strategi pengamanan diterapkan di titik-titik strategis sepanjang rute prosesi.

"Petugas juga akan membuat tirai pengamanan dan memberi imbauan kepada masyarakat agar situasi tetap kondusif. Bagi warga, silakan memberi penghormatan, tetapi tetap tertib dan aman," ujar Sigit menegaskan pentingnya kerjasama antara petugas dan masyarakat.

Pengaturan lalu lintas menjadi fokus utama untuk memastikan kelancaran kirab. Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Solo, Ari, menekankan perlunya rekayasa lalu lintas untuk memperlancar prosesi dan menghindari kemacetan.

Tradisi dan Penghormatan Masyarakat

Sebelum prosesi kirab dimulai, keluarga Keraton Solo melaksanakan tradisi Jawa 'brobosan' sebagai tanda penghormatan terakhir kepada Pakubuwono XIII. Tradisi ini juga menjadi bagian penting dari proses pemakaman yang mencerminkan nilai-nilai luhur budaya Jawa.

Selama prosesi berlangsung, masyarakat tak ketinggalan memberikan penghormatan kepada almarhum. Situasi yang tertib diharapkan bisa menciptakan suasana yang khidmat, dengan warga diimbau untuk menjaga keamanan dan ketertiban.

Melalui acara ini, masyarakat tidak hanya menunjukkan rasa cinta dan hormat, tetapi juga melestarikan warisan budaya dan sejarah yang ditinggalkan oleh Pakubuwono XIII.

Baca juga: Tips Aman Berolahraga: Cara Mencegah Cedera

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU