Minggu, 26 OKTOBER 2025 • 23:47 WIB

Santet: Antara Mitos dan Realitas di Masyarakat Indonesia

Author

Santet: Antara Mitos dan Realitas di Masyarakat Indonesia

Santet menjadi salah satu topik yang banyak diperbincangkan dalam masyarakat Indonesia, menciptakan ketakutan dan rasa was-was di kalangan individu yang meyakini kekuatan gaib tersebut.

Baca juga: Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat: Tetap Bugar Di Rumah

Dalam tradisi lokal, santet bukan hanya dianggap sebagai sihir, tetapi juga memiliki akar budaya yang mendalam, terus memicu perdebatan tentang realitas di balik mitos ini.

Definisi dan Asal Usul Santet

Santet adalah praktik sihir yang diyakini dapat membahayakan orang lain melalui kekuatan gaib. Asal usulnya dapat ditelusuri ke berbagai budaya di Indonesia, di mana setiap daerah memiliki cara dan tradisi tersendiri.

Secara etimologi, kata 'santet' berasal dari bahasa Jawa yang berarti 'menyentuh' atau 'menyerang'. Dalam konteks ini, santet menjadi sinonim untuk segala bentuk serangan spiritual yang dianggap bisa merugikan.

Kepercayaan tentang santet mencerminkan keragaman budaya yang ada di Indonesia. Contohnya, di daerah Bali, terdapat dewasa yang menggunakan ajaran Dewata untuk melindungi diri dari serangan ini.

Baca juga: Dampak Perkataan Kasar Orang Tua pada Psikologi Anak

Mitos dan Kepercayaan yang Beredar

Terdapat banyak mitos tentang santet, dengan sejumlah orang percaya bahwa praktik ini dapat dilakukan oleh individu tertentu tanpa sepengetahuan korban. Keyakinan ini semakin memperkuat rasa was-was di masyarakat.

Masyarakat percaya seseorang bisa terancam oleh aksi santet meski tidak ada bukti konkret. Terlebih, terdapat keyakinan bahwa wajah individu yang terkena santet dapat mengalami perubahan.

Dalam pandangan sebagian masyarakat, benda-benda tertentu seperti rambut atau kuku dianggap sebagai media untuk melakukan santet, mencerminkan kepolosan dan ketidakpastian yang sering mengelilingi topik ini.

Dampak Sosial dan Budaya

Dampak santet terhadap kehidupan sosial sangat signifikan, terutama di beberapa tempat di mana individu yang dicurigai memiliki kemampuan santet sering dihindari atau dijauhi oleh masyarakat.

Ketakutan akan santet dapat mendorong tindakan ekstrem seperti pengasingan atau bahkan kekerasan terhadap orang-orang yang dicurigai. Hal ini menunjukkan bahwa mitos sering kali memicu stigma yang berbahaya.

Di sisi lain, fenomena santet juga menjadi bagian dari kesenian lokal, seperti dalam seni peran dan tari, yang menjadi refleksi bagaimana masyarakat merespons dan menyikapi mitos yang berkembang.

Baca juga: Pesona Sepatu Putih: Item Fashion Wajib di Setiap Lemari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU