Selasa, 14 OKTOBER 2025 • 17:39 WIB

Indonesia Raih Gelar Negara Paling Bahagia di Dunia

Author

Indonesia Raih Gelar Negara Paling Bahagia di Dunia

Sebuah studi terbaru dari Harvard T.H. Chan School of Public Health mengungkapkan bahwa Indonesia meraih predikat negara paling bahagia di dunia, mengalahkan Jepang.

Baca juga: Mencari Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil

Studi yang melibatkan lebih dari 200.000 responden dari 22 negara ini mengevaluasi berbagai aspek kemakmuran.

Metodologi Penelitian

Studi ini dilaksanakan oleh beberapa institusi terkemuka, termasuk Baylor University dan Gallup. Dengan menggunakan survei yang mencakup berbagai faktor kemakmuran, penelitian ini berhasil mengumpulkan data dari lebih dari 200.000 orang.

Partisipasi yang luas ini merepresentasikan lebih dari separuh populasi global, di mana setiap negara mempunyai jumlah partisipan yang disesuaikan dengan ukuran populasi dan keragaman masing-masing.

Metode penelitian ini menekankan pentingnya respons dari berbagai demografi untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat mengenai tingkat kemakmuran di seluruh dunia.

Baca juga: Lari Malam: Manfaat, Tantangan, dan Tips Keamanannya

Hasil Temuan Studi

Analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa Indonesia berhasil meraih skor kemakmuran tertinggi di antara negara-negara lain yang diteliti. Selain Indonesia, negara dengan skor tinggi lainnya termasuk Meksiko, Filipina, dan Israel.

Sebaliknya, Jepang berada di peringkat terbawah dalam hal skor kemakmuran ini. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun Jepang memiliki ekonomi yang kuat, kebahagiaan warganya tidak sebanding dengan negara lain.

Turki juga menunjukkan peringkat yang rendah, sebagai negara kedua terbawah, menandakan bahwa tidak semua negara dengan kemakmuran yang baik berhasil mencatatkan tingkat kebahagiaan yang tinggi.

Faktor Penyebab Kesejahteraan

Penelitian ini menjelaskan bahwa banyak negara yang memiliki tingkat kemakmuran tinggi tidak selalu kaya secara ekonomis. Sebaliknya, negara-negara tersebut cenderung kaya dalam hubungan sosial dan keterlibatan komunitas.

Tyler VanderWeele, salah satu peneliti, menyatakan, 'Sebagian besar negara yang melaporkan tingkat kemakmuran komposit keseluruhan yang tinggi mungkin tidak kaya secara ekonomi, tetapi mereka cenderung kaya dalam hal persahabatan, pernikahan, dan keterlibatan komunitas, terutama dalam komunitas keagamaan.'

Temuan ini menunjukkan bahwa aspek sosial seringkali memiliki dampak signifikan pada persepsi kebahagiaan individu, lebih dari sekadar faktor ekonomi.

Baca juga: Pesona Sepatu Putih: Item Fashion Wajib di Setiap Lemari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU