Selasa, 24 JUNI 2025 • 04:27 WIB

BPOM RI Tetap Komitmen Awasi Kualitas Makanan Bergizi di Tengah Kontroversi

Author

Generated by Journalist AI

styleguide.id – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) baru-baru ini menjelaskan perhatian mereka terkait kontroversi menu makan bergizi gratis yang kini beralih menjadi camilan di Tangerang Selatan. Kepala BPOM RI, Prof. Taruna Ikrar, menekankan pentingnya pengawasan kualitas dan keamanan pangan dalam setiap program yang menyangkut gizi masyarakat.

Prof. Taruna Ikrar menambahkan bahwa tugas BPOM tidak hanya fokus pada keamanan makanan untuk anak-anak, tetapi juga terhadap evaluasi sumber pangan serta fasilitas penyedia makanan. Langkah ini menjadi bagian dari tanggung jawab BPOM dalam menjaga kesehatan masyarakat.

Komitmen BPOM dalam Pengawasan Pangan

Kepala BPOM RI, Prof. Taruna Ikrar, menegaskan bahwa lembaganya memiliki mandat yang mencakup dua aspek penting dalam pengawasan pangan. Pertama, mereka bertugas memastikan bahwa sumber pangan yang digunakan aman dan memenuhi standar yang ditetapkan.

Kedua, BPOM juga mengevaluasi kelayakan dapur tempat makanan disiapkan. Dalam hal ini, ia menyatakan, “Tanggung jawab BPOM mencakup dua hal penting. Pertama, kami dilibatkan dalam memastikan sumber pangan yang digunakan aman dan memenuhi standar. Kedua, kami juga mengevaluasi kelayakan dapur tempat makanan disiapkan.”

Menyikapi insiden keracunan makanan yang terjadi baru-baru ini, Taruna menyampaikan bahwa BPOM sudah mengambil langkah mitigasi yang diperlukan. Data terakhir menunjukkan tercatat 17 kejadian keracunan di 10 provinsi, tetapi semua telah berhasil ditangani.

Perubahan Menu dan Fokus Jangka Panjang

Terkait dengan perubahan menu makan bergizi yang kini menjadi camilan, BPOM mengingatkan publik untuk melihat program ini dalam konteks jangka panjang. Prof. Taruna menyatakan bahwa pemenuhan gizi adalah suatu proses berkelanjutan, bukan sesuatu yang bisa diukur dalam waktu singkat.

“Camilan atau bukan, yang penting adalah kandungan gizinya. Pemenuhan gizi tidak bisa dinilai dari satu hari saja. Ini adalah proses berkelanjutan,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa dengan sistem yang siap, diharapkan nilai gizi dari camilan tersebut akan setara dengan makanan utama. Oleh karena itu, pendekatan bertahap sangat penting untuk menjaga kualitas dan keamanan pangan yang disajikan.

Aspek Inisiatif dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi

Staf khusus Badan Gizi Nasional (BGN), Redy Hendra Gunawan, menjelaskan bahwa perubahan menu menjadi camilan merupakan inisiatif dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di tingkat daerah. Langkah ini diambil untuk menyesuaikan dengan jadwal libur sekolah.

“Inisiatif ini berasal dari SPPG di Tangerang Selatan. Mereka tetap berkomitmen menyalurkan makanan bergizi meski para siswa sedang libur,” ujarnya.

Redy juga mengakui bahwa BGN belum memiliki pedoman khusus terkait pemberian makanan bergizi pada saat liburan. Sebagai langkah lanjutan, mereka tengah merancang sistem distribusi makanan bergizi selama periode libur, agar prinsip mendasar asupan gizi tetap tersalurkan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
BERITA TERBARU