styleguide.id – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Irene Umar menegaskan bahwa tim produksi film animasi Merah Putih: One for All tidak mendapatkan dukungan finansial dari lembaganya.
Pernyataan tersebut muncul di tengah rumor yang mengklaim bahwa film ini didanai hingga Rp6,7 miliar.
Klarifikasi Mengenai Dukungan Ekraf
Irene Umar menjelaskan lebih lanjut melalui Instagram Stories bahwa pertemuan dengan tim produksi berfungsi sebagai audiensi dan tidak ada bantuan finansial yang diberikan oleh Ekraf.
“Lagi ramai dibincangkan tentang film One for All. Selamat atas penayangannya ya. Sedikit berbagi, saya sendiri menerima audiensi tim produksi film beberapa waktu yang lalu dimana saya menyampaikan beberapa masukan dari saya, termasuk yang technical terkait cerita karakter, looks and feels, trailer, dll,” katanya.
Klarifikasi ini datang setelah munculnya kabar di masyarakat yang menuduh bahwa Kementerian Ekonomi Kreatif memberikan dana untuk produksi film ini.
“Namun kami tidak memberikan bantuan finansial dan tidak memberikan fasilitas promosi. Apabila kurang jelas, feel free untuk ditanyakan ya,” tambahnya.
Kontroversi dalam Masyarakat
Film Merah Putih: One for All kini menjadi topik hangat di media sosial, di mana banyak netizen menyuarakan kritik dan keprihatinan mereka.
Munculnya rumor mengenai biaya produksi tinggi serta dugaan bahwa aset visual dalam film tidak orisinal turut memperburuk citra film ini.
Kritik dari masyarakat juga menyatakan bahwa nuansa lokal yang dihadirkan dalam film ini minim, dengan beberapa netizen berargumen bahwa aset yang digunakan terlihat diambil dari toko digital tanpa penyesuaian yang tepat.
Komentar negatif terus meluncur, dengan beberapa pengguna menyebutkan bahwa selera artistik dari animatornya kurang memadai.
Persiapan Penayangan Film
Meski banyak kontroversi, film Merah Putih: One for All tetap dijadwalkan untuk tayang di bioskop pada 14 Agustus 2025.
Trailer film ini sudah dipublikasikan di berbagai kanal YouTube, seperti Perfiki TV, CGV Kreasi, dan Historika Film.
Dikenal sebagai animasi pertama yang mengangkat tema kebangsaan, film ini menceritakan sekelompok anak-anak terpilih menjadi “Tim Merah Putih” untuk menjaga bendera pusaka menjelang Hari Kemerdekaan.
Mereka dihadapkan pada tantangan untuk menyelamatkan bendera yang telah hilang, diharapkan bisa memberikan pesan nasionalisme terhadap penontonnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: