Selasa, 02 SEPTEMBER 2025 • 05:19 WIB

Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Masyarakat

Author

Generated by Journalist AI

styleguide.id – Kunto Aji mengungkapkan pandangannya tentang tanggung jawab anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), khususnya yang berasal dari kalangan selebritas. Ia menegaskan bahwa status artis tidak seharusnya dijadikan alasan untuk mendapatkan perlakuan istimewa dalam menjalankan fungsi sebagai wakil rakyat.

Pernyataan tersebut disampaikannya dalam acara Seni Melawan Tirani di Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada Senin, 1 September 2025. Kunto Aji menekankan pentingnya akuntabilitas bagi seluruh anggota dewan dalam menjalankan tugas mereka.

Tanggung Jawab Anggota DPR

Kunto Aji menilai bahwa menjadi anggota dewan berarti siap menghadapi konsekuensi dari tindakan mereka. “Ya konsekuensi. Dengan apa yang mereka perbuat, mau itu artis mau itu siapa, sama aja sebenarnya. Udah jadi anggota dewan ya jadi anggota dewan,” tegasnya.

Pernyataan ini muncul setelah penonaktifan beberapa anggota DPR yang berasal dari kalangan selebritas seperti Nafa Urbach dan Eko Patrio. Hal ini menunjukkan bahwa publik semakin menuntut akuntabilitas dari para pemimpin mereka.

Harapannya, partai politik dapat lebih proaktif dalam menangani masalah ini. “Tuntutan kita untuk diganti, dicopot, kalau bisa ya mungkin dari partainya harus inisiatif dan pembenahan,” ujarnya.

Masyarakat Melawan Kelompok Anarkis

Kunto Aji juga angkat suara terkait maraknya aksi demontrasi yang semakin intens. Ia mengamati bahwa masyarakat kini tidak hanya menyuarakan aspirasi, tetapi juga berupaya menjaga ketertiban di lingkungan mereka dari kelompok-kelompok yang mengganggu.

“Cukup percaya gitu seperti kejadian di Bekasi, masyarakat murni, masyarakat lokal, menghalau kelompok-kelompok massa yang tidak tahu datangnya dari mana,” ungkapnya.

Kejadian di Bekasi dan Pondok Gede menunjukkan bahwa masyarakat masih memiliki kesadaran kolektif untuk menjaga ketertiban dalam lingkungan mereka. Ini mencerminkan kekuatan dan kepedulian yang dimiliki oleh masyarakat terhadap kondisi sekitarnya.

Keresahan Sosial dan Politik

Kunto Aji menyatakan keresahannya mengenai kondisi sosial dan politik saat ini. Ia merasakan bahwa perilaku pejabat yang kerap berbicara tanpa mempertimbangkan dampak ucapannya membuat masyarakat semakin gerah.

“Keresahannya sudah menggunung sih istilahnya. Kita semua sudah merasakanlah selama bertahun-tahun ini, seperti yang saya sempat bilang tadi di sana bahwa pejabat-pejabat itu bisa ngomong apapun dan tanpa konsekuensi yang mereka hadapi,” jelasnya.

Pernyataan Kunto Aji mencerminkan semangat frustrasi yang dirasakan masyarakat, yang mendorong mereka untuk bersuara lebih keras setelah aksi yang terjadi pada tanggal 25 Agustus lalu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU