Tindakan Agresif Pelajar di Cempaka Putih: Penyiraman Cairan Berbahaya Terjadi
Sebuah insiden yang melibatkan penyiraman cairan berbahaya terjadi di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, melibatkan tiga pelajar sebagai pelaku. Cairan yang disiramkan diduga merupakan asam klorida, yang diperoleh pelaku dari bahan praktikum di sekolah.
Baca juga: Beware of Hidden Sugars in Your Favorite Foods
Tindakan ini menimbulkan cedera pada salah satu siswa, dan pihak kepolisian mengambil langkah tegas dengan mengamankan para pelaku ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak. Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, menjelaskan bahwa tindakan ini dilakukan secara tiba-tiba dan agresif.
Penyiraman berlangsung pada Jumat, 6 Februari 2026, di Jalan Cempaka Raya. Tiga pelajar yang berboncengan di sepeda motor memanfaatkan momen saat berpapasan dengan siswa lain untuk menyerang.
Menurut keterangan Kasatreskrim, AKBP Roby Heri Saputra, 'Kemudian berpapasan sama tiga orang lain, remaja juga. Terus disiram,' yang mengindikasikan tindakan ini dilakukan secara tiba-tiba dan agresif.
Akibat serangan ini, salah satu siswa mengalami cedera pada bagian mata. Roby menjelaskan, 'Kayaknya sih enggak ya, karena kemarin sudah di rumah,' mengungkapkan kondisi korban setelah mendapatkan perawatan medis.
Baca juga: Menunjukkan Cinta Tanpa Kata: Cara Sederhana untuk Membahagiakan Pasangan
Polres Metro Jakarta Pusat mengambil tindakan tegas dengan mengamankan ketiga pelajar pada malam harinya dan membawa mereka ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak. Ini dilakukan karena ketiga pelaku masih di bawah umur.
Roby menjelaskan, 'Kalau bukti-bukti cukup, dua bukti permulaan cukup, kemungkinan kita tetap tahan ya,' menyoroti proses hukum yang sedang berjalan untuk memastikan apakah ada unsur lain dalam tindakan pelaku.
Iptu Erlyn Sumantri, Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, menambahkan, 'Karena ketiganya masih anak di bawah umur, maka ditangani oleh PPA Polres Metro Jakarta Pusat,' menunjukkan perhatian khusus terhadap pelaku yang masih remaja.
Pihak kepolisian telah mengidentifikasi cairan yang digunakan dalam penyiraman sebagai asam klorida. Roby menyatakan, 'Dapat cairan dari bahan praktikum sekolah mereka,' menandakan sumber cairan tersebut sah namun berpotensi berbahaya.
Asam klorida adalah zat kimia umum yang digunakan dalam industri pembersihan logam dan pengolahan air. Pihak berwenang berencana melakukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan tidak ada campuran zat berbahaya lainnya dalam cairan tersebut.
Meskipun pelaku mengklaim bahwa cairan tersebut berasal dari bahan praktikum, tindakan penyiraman dengan zat berbahaya tetap berpotensi menimbulkan dampak serius. Kejadian ini pun memicu keprihatinan masyarakat mengenai keselamatan siswa di lingkungan pendidikan.
Baca juga: Pilihan Olahraga Low Impact untuk Pemula
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: