BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Jumat, 06 FEBRUARI 2026 • 10:40 WIB

Pengalaman Ressa Rizky Rossano Menjadi Sopir untuk Neneknya, Emilia Contessa

Pengalaman Ressa Rizky Rossano Menjadi Sopir untuk Neneknya, Emilia ContessaPengalaman Ressa Rizky Rossano Menjadi Sopir untuk Neneknya, Emilia Contessa

Ressa Rizky Rossano berbagi pengalaman peliknya saat menjadi sopir untuk mendiang neneknya, Emilia Contessa. Momen tersebut membawa Ressa pada perjalanan yang penuh makna meskipun menyedihkan.

Baca juga: Mengoptimalkan Kesehatan Mental Melalui Olahraga

Sebagai sopir, Ressa meraih penghasilan sebesar Rp 2 juta per bulan, yang harus ia manfaatkan untuk membayar cicilan mobilnya. Meskipun penghasilan tersebut terbatas, ia tetap fokus menjalankan tanggung jawabnya.

Pengalaman Menjadi Sopir

Dalam sebuah wawancara di acara Pagi Pagi Ambyar, Ressa mengungkapkan bahwa ia menyadari identitasnya sebagai cucu dari Emilia Contessa. "Sudah tahu (Emilia neneknya), hancur pasti," ungkap Ressa, menunjukkan perasaan yang kompleks dalam menjalani pekerjaan itu.

Keputusan Ressa untuk menjadi sopir didasarkan pada keadaan finansial yang mengharuskan dirinya untuk mencari penghasilan tambahan. "Tapi karena Ressa harus membayar cicilan (mobil) juga, jadi Ressa fokus ke sana aja, kerja aja," tambahnya, menekankan pentingnya fokus dalam menghadapi tekanan ekonomi.

Emilia, pada saat itu, mencalonkan diri sebagai anggota Dewan dan mempekerjakan Ressa dengan gaji sebesar Rp 2 juta per bulan. Menurut Ronald Armada, kakak ipar dan kuasa hukum Ressa, gaji ini bertujuan untuk mendidik Ressa agar bisa belajar bertanggung jawab.

Baca juga: Menu Sarapan Sehat untuk Petinju: Meningkatkan Performa Latihan

Pendidikan dan Tanggung Jawab

Enrico Tambunan, adik Denada, menyatakan bahwa mengajarkan Ressa untuk bekerja keras bukanlah eksploitasi tenaga kerja murah. "Dia mau mengajarkan kepada anaknya, cucu-cucunya, keponakan-keponakannya, untuk rajin bekerja," ungkap Enrico, menjelaskan niat mendiang ibunya.

Tujuan Emilia Contessa adalah untuk menanamkan pentingnya kerja keras. "Tujuannya supaya 'hei, enak kan kalau dapat upah, makanya kerja lebih rajin,'" tambah Enrico, merinci filosofi di balik keputusan tersebut.

Enrico juga menekankan bahwa niat baik ibunya sering kali disalahartikan oleh orang lain, terutama karena Emilia telah meninggal dunia dan tidak dapat meluruskan persepsi publik. "Secara tulus, itu adalah niat baik mama saya, tidak ada dia berniat jahat sama keluarga besarnya," jelasnya.

Pandangan Terhadap Gaji dan Harapan Masa Depan

Ressa menyadari bahwa setiap pengalaman, baik buruk maupun baik, adalah komponen dari proses belajar. Meskipun gaji yang diterima kecil, hal itu tidak menghalangi Ressa untuk terus berusaha.

Ia berharap, melalui pengalaman ini, dia dapat mencapai masa depan yang lebih baik. "Yang dia mau adalah ngajakin keluarganya kerja kecil-kecilan, sedikit-sedikit, sehingga mendapatkan gaji," kata Enrico, mengisahkan harapan serta rencana masa depan.

Dari perspektif Ressa dan keluarganya, situasi ini menggambarkan pentingnya akuntabilitas dan kerja keras, meskipun melalui pekerjaan dengan penghasilan yang minimal.

Baca juga: Tips Aman Berolahraga: Cara Mencegah Cedera

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Pengalaman Ressa Rizky Rossano Menjadi Sopir untuk Neneknya, Emilia Contessa

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!