BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Jumat, 23 JANUARI 2026 • 18:40 WIB

Kepercayaan Tradisional yang Masih Bertahan di Era Modern

Kepercayaan Tradisional yang Masih Bertahan di Era ModernKepercayaan Tradisional yang Masih Bertahan di Era Modern

Di tengah kemajuan zaman, masyarakat Indonesia masih mematuhi berbagai kepercayaan dan larangan yang telah ada sejak lama. Meskipun tampak kuno, banyak yang tetap meyakini dan menjalankan larangan-larangan ini hingga saat ini.

Baca juga: Memahami Keuangan Melalui Finfluencer: Panduan untuk Meningkatkan Literasi Finansial

Larangan Berbicara di Bawah Pohon Besar

Salah satu mitos yang paling dikenal di kalangan masyarakat adalah larangan berbicara di bawah pohon besar. Banyak orang masih percaya bahwa tindakan ini dapat mengundang hal-hal negatif, termasuk gangguan makhluk halus.

Kepercayaan ini berakar pada budaya yang memandang pohon besar sebagai tempat tinggal roh. Di beberapa daerah, terdapat tradisi yang melarang individu untuk berada di sekitar pohon besar tanpa melakukan ritual tertentu.

Meskipun penjelasan ilmiah telah membuktikan pentingnya peran pohon dalam ekosistem, kepercayaan mistis ini tetap kuat dan menjadi bagian dari praktik sehari-hari masyarakat.

Larangan untuk Memotong Kuku Malam Hari

Mitos terkait memotong kuku di malam hari juga merupakan kepercayaan yang banyak diikuti. Terutama di kalangan generasi tua, tindakan ini sering dianggap sebagai halakau, yang dapat mendatangkan sial.

Baca juga: Penjarahan Rumah Uya Kuya: Reaksi Publik dan Diskursus Sosial

Kepercayaan tersebut berakar pada fikiran bahwa kuku yang dipotong malam hari bisa berujung pada kesulitan di kemudian hari. Meskipun tidak ada bukti konkret yang mendasari kepercayaan ini, pemahaman ini terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Praktik ini mencerminkan nilai-nilai serta tradisi yang masih dipegang oleh masyarakat, meski mereka hidup di era modern.

Larangan Menginjak Garam

Di Indonesia, terdapat kepercayaan bahwa menginjak garam merupakan tanda buruk yang harus dihindari. Banyak yang meyakini bahwa pelanggaran ini akan membawa masalah dalam hidup mereka.

Asal usul mitos ini berhubungan dengan pandangan bahwa garam melambangkan kemurnian dan keberuntungan. Oleh karena itu, menginjak garam dianggap merusak kesucian dan berpotensi mendatangkan ketidakberuntungan.

Walau banyak yang beranggapan mitos ini sudah ketinggalan zaman, kenyataannya adalah banyak individu yang tetap menjalani kebiasaan ini sebagai tindakan pencegahan.

Baca juga: Beware of Hidden Sugars in Your Favorite Foods

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kepercayaan Tradisional yang Masih Bertahan di Era Modern

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!