Indonesia Belum Terapkan Larangan Perjalanan ke Kamboja Meski Banyak Korban Penipuan
Indonesia masih belum memberlakukan larangan perjalanan ke Kamboja meski banyak warganya menjadi korban penipuan online di negara tersebut.
Baca juga: Kota-kota Favorit untuk Liburan Sendirian di Indonesia
Hal ini berbeda dengan Korea Selatan yang telah secara tegas mengeluarkan larangan perjalanan dan memperingatkan warganya mengenai bahaya di Kamboja.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, Vahd Nabyl, menyatakan bahwa tidak ada larangan perjalanan yang diberlakukan, berbeda dengan kebijakan yang diambil oleh Korea Selatan.
Ia menambahkan, 'Sejauh ini tidak ada travel advisory khusus untuk Kamboja. Namun proses screening keimigrasian diterapkan lebih ketat,' seperti yang disampaikan kepada CNNIndonesia.com pada 22 Oktober.
Aplikasi Save Travel dari Kementerian Luar Negeri Indonesia juga menunjukkan bahwa tingkat kewaspadaan untuk Kamboja masih berada dalam kategori 'wajar', dengan indikator hijau yang menunjukkan situasi relatif aman.
Baca juga: Realme Luncurkan Smartphone Dengan Baterai 15.000 mAh dan Chill Fan Phone
Situasi keamanan di Kamboja tengah menjadi perhatian dengan banyaknya laporan terkait terorisme, kriminalitas, dan kerusuhan sipil, terutama yang berkaitan dengan risiko penipuan online.
Dalam keterangan resmi, dinyatakan bahwa 'Wisatawan dapat terkena penipuan dan kegiatan kriminal yang lebih serius di Kamboja.'
Adanya jaringan kriminal di Phnom Penh yang dikenal sering menggunakan taktik ramah untuk mendekati turis menambah tingginya risiko, di mana mereka mengundang wisatawan ke rumah pribadi untuk tujuan penipuan.
Berbeda dengan Indonesia, Korea Selatan telah mengambil kebijakan tegas dengan mengeluarkan larangan perjalanan ke beberapa daerah di Kamboja yang diberi 'kode hitam', termasuk kawasan perbatasan dan daerah rawan kriminal.
Pemerintah Korsel juga bertindak dengan menghapus iklan kerja daring yang dianggap berisiko, dan membentuk satuan tugas bersama dengan Kamboja untuk menangani kasus penipuan online.
Baru-baru ini, Korsel berhasil memulangkan 64 warganya yang terlibat dalam kasus penipuan, termasuk satu jenazah yang diculik selama di Kamboja.
Baca juga: Pilihan Olahraga Low Impact untuk Pemula
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: