BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 10 JULI 2025 • 01:56 WIB

Gunung Semeru Kembali Erupsi Signifikan, Apa yang Perlu Diketahui?

styleguide.id – Gunung Semeru, gunung tertinggi di Pulau Jawa, kembali menghebohkan dengan erupsi signifikan pada Rabu, 9 Juli 2025. Dalam kurun waktu beberapa jam, gunung ini tercatat mengalami erupsi hingga empat kali dengan kolom letusan mencapai ketinggian 1 kilometer di atas puncak.

Ghufron Alwi, petugas dari Pos Pengamatan Gunung Semeru, mengungkapkan bahwa erupsi pertama tercatat terjadi pada dini hari dan kolom abu yang terlihat memiliki warna putih hingga kelabu, disertai penyebaran ke arah barat daya.

Rincian Erupsi Gunung Semeru

Erupsi pertama terjadi pada pukul 00.31 WIB dengan kolom letusan sekitar 400 meter di atas puncak, mencapai ketinggian 4.076 mdpl. Kolom abu yang teramati memiliki intensitas sedang dan mengarah ke barat daya.

Selanjutnya, pada pukul 06.26 WIB, erupsi kedua tercatat dengan ketinggian kolom mencapai 800 meter di atas puncak, atau 4.476 mdpl. Ghufron menambahkan bahwa kolom abu berwarna putih hingga kelabu muncul dengan intensitas tebal dan mengarah ke barat.

Erupsi ketiga terjadi pada pukul 08.14 WIB, dengan tinggi kolom letusan mencapai satu kilometer di atas puncak. Kolom abu kembali mengarah ke barat daya dengan intensitas tebal yang terlihat.

Terakhir, erupsi keempat dilaporkan terjadi pada pukul 10.23 WIB. Meskipun tidak terlihat secara visual, aktivitas ini tetap terekam di seismograf dengan amplitude maksimum 22 mm dan durasi 118 detik.

Status Gunung Semeru dan Rekomendasi Mitigasi

Saat ini, status Gunung Semeru ditetapkan pada level II alias waspada. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) juga merekomendasikan masyarakat agar tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan dengan jarak hingga delapan kilometer dari puncak.

Di luar jarak tersebut, masyarakat juga dilarang melakukan aktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Hal ini bertujuan untuk menghindari potensi terpapar awan panas dan aliran lahar yang berpotensi menjangkau hingga 13 kilometer dari puncak.

Ghufron menekankan, “Masyarakat juga diimbau tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.” Kewaspadaan sangat diperlukan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar gunung.

Selain itu, penting untuk mewaspadai potensi bahaya lainnya seperti awan panas, guguran lava, dan lahar hujan yang bisa terjadi di sepanjang aliran sungai dan lembah, terutama yang bersumber dari puncak Gunung Semeru.

Perhatian Khusus untuk Wilayah Terdampak

Rekomendasi dari PVMBG juga mencakup potensi lahar yang mungkin terjadi di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai Besuk Kobokan. Masyarakat diminta untuk tetap waspada terhadap pergerakan dan ancaman dari aktivitas vulkanik ini.

Kehati-hatian juga perlu diterapkan bagi mereka yang tinggal di lingkungan sekitar yang berpotensi terpengaruh oleh letusan ini. Dengan adanya notifikasi resmi, diharapkan masyarakat dapat mengambil langkah yang tepat dan aman demi keselamatan bersama.

Para peneliti dari PVMBG berkomitmen untuk terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Semeru dan akan memberikan update secara berkala. Hal ini untuk memastikan bahwa informasi penting dapat tersebar luas bagi masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Gunung Semeru Kembali Erupsi Signifikan, Apa yang Perlu Diketahui?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!