styleguide.id – Menjadi orang baik memiliki nilai yang tinggi, namun ada batasan yang penting untuk diketahui. Terjebak dalam perilaku ‘people pleaser’ bisa merugikan diri sendiri dan menghilangkan jati diri.
Orang yang terus-menerus berusaha menyenangkan orang lain sering kali mengabaikan kepentingan dan keinginan pribadi. Hal ini berpotensi menyebabkan stres dan gangguan emosional yang signifikan.
People pleaser adalah sebutan untuk seseorang yang berusaha menyenangkan semua orang di sekitarnya. Tindakan ini sering kali dipicu oleh rasa takut akan penolakan atau keinginan untuk dicintai.
Akibat dari perilaku ini adalah sering kali mereka mengabaikan kebutuhan dan keinginan pribadi. Misalnya, seseorang mungkin merasa terpaksa untuk hadir di acara yang tidak mereka sukai hanya untuk menjaga perasaan orang lain.
Sikap people pleaser dapat menimbulkan stres yang berkepanjangan dan kelelahan emosional. Keterusan dalam memenuhi ekspektasi orang lain dapat membuat seseorang merasa kehilangan kendali atas hidupnya.
Tidak jarang, mereka merasa frustrasi karena tidak mendapatkan imbalan yang setimpal dengan usaha yang dikeluarkan. Hal ini berujung pada rasa tidak puas dan potensi depresi.
Kesehatan mental dan fisik menjadi taruhan ketika fokus hanya untuk memenuhi kebutuhan orang lain tanpa mempertimbangkan diri sendiri.
Pertama-tama, penting untuk menetapkan batasan yang sehat. Kadang, mengucapkan ‘tidak’ adalah tindakan yang perlu dilakukan demi menjaga keseimbangan hidup.
Mengenali dan menghargai kebutuhan sendiri adalah kunci untuk menghindari perilaku ini. Menemukan cara untuk mengekspresikan pendapat pribadi secara tegas namun sopan bisa sangat membantu.
Bergaul dengan orang-orang yang menghargai keputusan Anda dan mendukung keinginan Anda juga sangat penting. Lingkungan yang positif dapat meningkatkan kepercayaan diri dan mengurangi keinginan untuk menyenangkan orang lain.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: