Meningkatnya kasus campak di Indonesia menjadi isu serius yang membutuhkan perhatian. Keraguan masyarakat terhadap imunisasi teridentifikasi sebagai salah satu penyebab utama masalah ini.
Baca juga: Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat: Tetap Bugar Di Rumah
Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dokter spesialis anak Piprim Basarah Yanuarso, menjelaskan bahwa penurunan cakupan imunisasi berimbas langsung terhadap munculnya wabah penyakit menular ini.
Data Imunisasi di Indonesia
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), cakupan imunisasi di Indonesia pada tahun 2025 barus mencapai 68,6 persen per 14 Desember. Angka ini menurun drastis dari capaian tahun 2024 yang sebesar 87,7 persen.
Penurunan ini menunjukkan adanya tantangan besar dalam mencapai target cakupan vaksinasi yang diperlukan untuk mencegah penyebaran campak. Piprim menekankan, "Campak itu, kan, cakupan [vaksinasinya] harus tinggi, harus di atas 95 persen dan itu pernah kita capai."
Baca juga: WhatsApp Perbaiki Celah Keamanan yang Ancam Data Pengguna iOS dan Mac
Daerah Rawan Kasus Campak
Piprim juga menyoroti wilayah-wilayah dengan cakupan imunisasi yang rendah sebagai titik rawan untuk munculnya kasus campak. Beberapa daerah tersebut termasuk Aceh, Sumatera Barat, Riau, serta beberapa wilayah di Jawa Timur.
"Yang sepanjang pengetahuan saya itu ada daerah-daerah yang memang cakupan MR-nya rendah terus... Kita bayangkan ya. Jadi betul-betul ini sangat memprihatinkan," ujarnya, menekankan pentingnya perhatian lebih dalam penanganan vaksinasi.
Pentingnya Vaksinasi
Campak adalah penyakit infeksi yang sangat menular namun bisa dicegah melalui vaksinasi. Piprim menyatakan, "Untuk sesuatu yang sebetulnya bisa dicegah, vaksinnya ada, buatan Biofarma dan gratis di puskesmas. Tapi masyarakat masih ragu-ragu untuk menggunakannya."
Meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai manfaat vaksinasi menjadi langkah krusial dalam upaya mencegah penyebaran penyakit. Ia mengajak semua pihak untuk berkolaborasi dalam meningkatkan cakupan imunisasi demi melindungi anak-anak dari dampak buruk campak.
Baca juga: Olahraga Teratur: Investasi Kesehatan Jantung yang Tak Boleh Diabaikan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: