Jumat, 27 FEBRUARI 2026 • 23:34 WIB

Risiko Kesehatan dari Konsumsi Gula Berlebihan Saat Berbuka Puasa

Author

Risiko Kesehatan dari Konsumsi Gula Berlebihan Saat Berbuka Puasa

Buka puasa sering kali diwarnai dengan berbagai hidangan manis yang menggoda, termasuk minuman dan kue-kue. Namun, mengonsumsi gula berlebih saat berbuka puasa dapat menimbulkan risiko kesehatan yang signifikan.

Baca juga: Menggali Pentingnya Self Love dalam Kehidupan Sehari-hari

Dr. Rina, seorang ahli gizi, menekankan bahwa pola makan yang tidak seimbang selama Ramadhan dapat berakibat buruk bagi kesehatan tubuh. Oleh karena itu, penting untuk memahami dampak dari kebiasaan ini.

Gula sebagai Sumber Energi Instan

Saat berbuka puasa, banyak individu langsung mengonsumsi hidangan manis untuk segera mengembalikan energi. Meskipun gula memberikan dorongan energi cepat, asupan gula yang berlebihan bisa justru mengakibatkan tubuh merasa lemas.

Dokter mengingatkan bahwa lonjakan gula darah terjadi setelah mengonsumsi makanan manis, yang dapat menyebabkan energi terbuang dengan cepat. Ketika kadar gula darah turun, orang dapat merasakan kelelahan meskipun baru saja menikmati berbuka puasa.

Baca juga: Pengembalian Jam Tangan Mewah Ahmad Sahroni Setelah Penjarahan

Dampak Jangka Panjang dari Konsumsi Gula

Konsumsi gula berlebih tidak hanya berdampak jangka pendek, tetapi juga meningkatkan risiko penyakit serius seperti diabetes tipe 2 dan obesitas. Penelitian dari Universitas Indonesia menunjukkan bahwa tren peningkatan konsumsi gula adalah salah satu penyebab utama masalah kesehatan masyarakat.

Selain itu, risiko masalah kardiovaskular juga menjadi perhatian. Asupan gula yang tinggi dapat meningkatkan kadar lemak dalam darah, yang berpotensi menyebabkan masalah jantung di masa mendatang.

Alternatif Sehat untuk Berbuka Puasa

Alih-alih langsung mengonsumsi makanan manis, dianjurkan untuk memilih buah-buahan segar atau kurma sebagai camilan saat berbuka. Buah-buahan menyediakan gula alami dengan kandungan serat yang baik untuk pencernaan.

Dokter gizi menyarankan untuk memperhatikan asupan karbohidrat kompleks, seperti nasi merah atau roti gandum, yang memberikan energi secara bertahap dan lebih stabil. Dengan memperhatikan pola makan yang seimbang, kesehatan selama bulan Ramadhan dapat terjaga.

Baca juga: Patung Superhero Milik Anggota DPR Ini Jadi Korban Penjarahan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU