Indonesia Sepakati Pembelian 150 Juta Barel Minyak Mentah Dari Rusia Hingga 2026
Indonesia telah mencapai kesepakatan untuk membeli 150 juta barel minyak mentah dari Rusia untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak nasional hingga akhir 2026.
Baca juga: Desta Sebarkan Tuntutan 17+8 Setelah Dihujat Soal Pilihan Politik
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Yuliot Tanjung, menegaskan bahwa pembelian akan dilakukan secara bertahap dengan pilihan pengelolaan yang masih dalam kajian.
Yuliot Tanjung mengungkapkan bahwa tujuan dari kesepakatan ini adalah untuk mencukupi kebutuhan minyak mentah Indonesia yang mencapai 300 juta barel per tahun.
Jumlah yang diborong dari Rusia ini setara dengan hampir setengah dari konsumsi BBM nasional dalam setahun, mencerminkan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi.
Pembahasan mengenai skema pembelian masih berlangsung, dengan dua opsi yaitu melalui Pertamina atau Badan Layanan Umum (BLU).
Kemungkinan menggunakan BLU dipandang sebagai opsi yang lebih aman untuk mengelola risiko terkait transaksi dalam jumlah besar.
Dalam pertemuan yang membahas kesepakatan ini, Yuliot menggarisbawahi pentingnya memilih jalur pengiriman yang efisien.
Baca juga: Pengembalian Jam Tangan Mewah Ahmad Sahroni Setelah Penjarahan
Tensi politik internasional, khususnya antara Amerika Serikat dan Iran, menjadi faktor yang dapat memengaruhi keputusan terkait rute pengiriman minyak.
Efisiensi biaya pengiriman juga menjadi fokus perhatian, untuk mencegah dampak negatif terhadap anggaran negara.
Aspek ini sangat penting agar pasokan minyak dapat dilakukan tanpa membebani ekonomi nasional.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya mengungkapkan bahwa Indonesia membutuhkan sekitar satu juta barel minyak setiap harinya.
Dengan kapasitas produksi domestik yang hanya mencapai 600 ribu barel per hari, kebutuhan untuk impor menjadi mendesak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: