Rabu, 28 JANUARI 2026 • 20:50 WIB

Virus Nipah Dalam Sorotan: Ancaman Global dan Upaya Kesiapan Kesehatan

Author

Virus Nipah Dalam Sorotan: Ancaman Global dan Upaya Kesiapan Kesehatan

Kasus virus Nipah yang baru ditemukan di Benggala Barat, India, memicu perhatian internasional dengan hampir 100 orang yang berinteraksi dengan pasien positif kini dalam pemantauan ketat.

Baca juga: Penjarahan Rumah Uya Kuya: Reaksi Publik dan Diskursus Sosial

Virus yang masuk dalam kategori patogen berisiko tinggi ini diidentifikasi oleh WHO sebagai salah satu penyebab potensial pandemi di masa depan.

Konteks Global dan Penilaian WHO

Laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang dirilis pada 30 Juli 2024, menunjukkan bahwa patogen yang berpotensi menciptakan keadaan darurat kesehatan masyarakat dipilih berdasarkan berbagai parameter. Faktor-faktor tersebut meliputi tingkat penularan, virulensi, dan keberadaan vaksin serta terapi yang terbatas.

"Daftarnya sangat komprehensif," ungkap Neelika Malavige, seorang imunolog, yang menekankan pentingnya pemahaman mendalam mengenai patogen berbahaya.

WHO pernah merilis daftar serupa pada 2017 dan 2018, yang mencakup lebih sedikit patogen, menunjukkan bahwa kesadaran global terhadap potensi ancaman kesehatan semakin meningkat.

Ana Maria Henao Restrepo dari WHO menambahkan, "Proses penentuan prioritas ini membantu mengidentifikasi kesenjangan pengetahuan yang mendesak untuk ditangani serta memastikan penggunaan sumber daya yang efisien."

Virus Berpotensi Menjadi Pandemi

Di antara lebih dari 30 patogen yang diusulkan dalam laporan WHO, terdapat virus corona seperti Sarbecovirus dan Merbecovirus, yang mencakup SARS-CoV-2 penyebab COVID-19. Hal ini menunjukkan pentingnya pengawasan terhadap keluarga virus corona berkaitan dengan potensi penularannya yang tinggi.

Baca juga: Sri Mulyani: Tidak Pernah Lelah Mencintai Indonesia Meski Menghadapi Tantangan

Virus cacar monyet juga ikut dicatat setelah epidemi global pada tahun 2022. Penurunan kekebalan masyarakat terhadap vaksin cacar bisa menciptakan peluang bagi virus ini untuk meraih kembali perhatian, seperti yang diungkapkan oleh Malavige.

Penambahan virus influenza subtipe H5 juga menjadi sorotan, mengingat bahwa virus yang terkait dengan hewan selalu perlu mendapat perhatian untuk mencegah kemungkinan penyebaran ke manusia.

Virus Nipah, bersama dengan virus lain yang ditransmisikan oleh hewan pengerat, adalah ancaman serius karena tingkat kematian yang tinggi serta kemampuan penularan yang signifikan, di samping kurangnya vaksin yang tersedia untuknya.

Inisiatif Riset dan Kesiapan Global

WHO juga telah membuat daftar 'patogen prototipe' yang dirancang untuk mendorong penelitian lebih lanjut terhadap virus dan bakteri yang belum banyak diteliti. Langkah ini sangat penting untuk mempersiapkan diri menghadapi keadaan darurat kesehatan di masa mendatang.

Malik Peiris, seorang ahli virus, menekankan bahwa "pengembangan vaksin untuk satu anggota keluarga virus dapat meningkatkan kesiapan komunitas ilmiah dalam menghadapi keadaan darurat kesehatan masyarakat berskala besar."

Tantangan besar dalam mengidentifikasi patogen-patogen berisiko tetap ada, dan Forrester-Soto menyatakan, "tidak semua patogen dalam daftar ini pasti akan menyebabkan epidemi," menunjukkan bahwa kewaspadaan harus terus dilakukan.

Ketidakpastian mengenai munculnya patogen baru yang belum teridentifikasi juga menjadi perhatian, karena bisa menimbulkan dampak yang tidak terduga pada kesehatan masyarakat global.

Baca juga: Pilihan Olahraga Low Impact untuk Pemula

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU