Senin, 08 DESEMBER 2025 • 16:56 WIB

Memahami Hubungan Antara Kualitas Tidur dan Energi yang Dirasakan

Author

Memahami Hubungan Antara Kualitas Tidur dan Energi yang Dirasakan

Banyak dari kita berpikir bahwa tidur cukup adalah kunci untuk menghilangkan rasa lelah, namun kenyataannya tidak selalu demikian.

Baca juga: Meningkatkan Produktivitas dengan Fengshui Meja Kerja

Meski durasi tidur sudah mencukupi, tetap saja banyak yang merasa kurang energi akibat berbagai faktor yang memengaruhi kualitas tidur.

Kualitas Tidur vs Durasi Tidur

Tidur selama delapan jam tidak selalu menjamin kualitas tidur yang baik. Banyak orang yang mengalami tidur yang tidak nyenyak akibat berbagai faktor, seperti stres atau gangguan eksternal.

Penelitian menunjukkan bahwa kualitas tidur lebih penting daripada kuantitas. Tidur yang terganggu dapat menyebabkan gejala kelelahan saat bangun.

Baca juga: Pengembalian Jam Tangan Mewah Ahmad Sahroni Setelah Penjarahan

Faktor Kesehatan dan Gaya Hidup

Pola makan dan kebiasaan sehari-hari juga memengaruhi tingkat energi kita. Misalnya, konsumsi makanan tinggi gula bisa menyebabkan lonjakan energi sementara, lalu diikuti dengan penurunan yang drastis.

Selain itu, kurangnya aktivitas fisik dapat membuat tubuh kita merasa lebih lelah. Olahraga secara teratur membantu meningkatkan stamina dan mengurangi rasa lelah.

Gangguan Tidur yang Umum

Beberapa gangguan tidur, seperti sleep apnea, dapat mengganggu kualitas tidur meski durasi tidur tampak mencukupi. Seseorang dengan gangguan ini mungkin merasa terus-menerus mengantuk dan kelelahan.

Sering kali, masalah psikologis seperti kecemasan dan depresi juga berperan. Ini bisa mengganggu ketenangan saat tidur dan memengaruhi kebangkitan di pagi hari.

Baca juga: Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Kesibukan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU