Banyak dari kita berpikir bahwa tidur cukup adalah kunci untuk menghilangkan rasa lelah, namun kenyataannya tidak selalu demikian.
Baca juga: Meningkatkan Produktivitas dengan Fengshui Meja Kerja
Meski durasi tidur sudah mencukupi, tetap saja banyak yang merasa kurang energi akibat berbagai faktor yang memengaruhi kualitas tidur.
Kualitas Tidur vs Durasi Tidur
Tidur selama delapan jam tidak selalu menjamin kualitas tidur yang baik. Banyak orang yang mengalami tidur yang tidak nyenyak akibat berbagai faktor, seperti stres atau gangguan eksternal.
Penelitian menunjukkan bahwa kualitas tidur lebih penting daripada kuantitas. Tidur yang terganggu dapat menyebabkan gejala kelelahan saat bangun.
Baca juga: Pengembalian Jam Tangan Mewah Ahmad Sahroni Setelah Penjarahan
Faktor Kesehatan dan Gaya Hidup
Pola makan dan kebiasaan sehari-hari juga memengaruhi tingkat energi kita. Misalnya, konsumsi makanan tinggi gula bisa menyebabkan lonjakan energi sementara, lalu diikuti dengan penurunan yang drastis.
Selain itu, kurangnya aktivitas fisik dapat membuat tubuh kita merasa lebih lelah. Olahraga secara teratur membantu meningkatkan stamina dan mengurangi rasa lelah.
Gangguan Tidur yang Umum
Beberapa gangguan tidur, seperti sleep apnea, dapat mengganggu kualitas tidur meski durasi tidur tampak mencukupi. Seseorang dengan gangguan ini mungkin merasa terus-menerus mengantuk dan kelelahan.
Sering kali, masalah psikologis seperti kecemasan dan depresi juga berperan. Ini bisa mengganggu ketenangan saat tidur dan memengaruhi kebangkitan di pagi hari.
Baca juga: Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Kesibukan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: