Kekurangan gizi bukan hanya soal berat badan yang menyusut, tetapi juga berhubungan erat dengan kondisi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Banyak gejala yang sering diabaikan, meski bisa jadi pertanda serius.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Perlakuan Istimewa Selebritas di DPR
Di Indonesia, masalah gizi masih menjadi perdebatan hangat. Masyarakat seringkali tidak menyadari gejala-gejala ini, sehingga menjadi penting untuk mengenalinya agar tidak terlambat.
Gejala Fisik yang Muncul
Salah satu gejala paling terlihat dari kekurangan gizi adalah penurunan berat badan yang drastis. Ketika tubuh tidak mendapatkan nutrisi yang cukup, otot akan mulai menyusut dan bahan bakar yang diperlukan untuk beraktivitas menjadi minim.
Pucatnya wajah juga menjadi salah satu indikator. Kulit yang kehilangan nutrisi akan tampak kusam dan tidak bercahaya, memberi sinyal bahwa ada yang tidak beres dengan pola makan.
Kelelahan kronis sering kali diabaikan, padahal bisa jadi tanda kurang gizi. Saat tubuh tidak mendapatkan cukup kalori dan nutrisi, energi akan menurun dan aktivitas sehari-hari menjadi berat.
Baca juga: Microsoft Luncurkan Fitur Penyimpanan Otomatis di Word
Masalah Pencernaan
Kekurangan gizi juga dapat menyebabkan gangguan pada sistem pencernaan. Sering kali, mereka yang mengalami kekurangan gizi mengalami sembelit atau masalah pencernaan lainnya.
Dalam beberapa kasus, kehilangan nafsu makan pun menjadi isu serius. Ini biasanya terjadi karena tubuh merasa tidak menemukan 'rasa' atau keinginan untuk makan, yang merupakan tanda bahwa ada yang salah dengan nutrisi yang diterima.
Kondisi ini perlu diwaspadai, karena bisa berkembang menjadi malnutrisi yang lebih serius jika dibiarkan. Ketika tubuh tidak mendapatkan asupan yang cukup, pencernaan pun terganggu.
Dampak Jangka Panjang
Jika gejala ini dibiarkan, bisa berakibat pada masalah kesehatan yang lebih parah. Salah satunya adalah penurunan sistem kekebalan tubuh yang membuat individu rentan terhadap penyakit.
Lebih jauh lagi, kekurangan gizi dapat memengaruhi perkembangan otak, terutama pada anak-anak. Hal ini berdampak pada kemampuan belajar dan kognisi mereka ke depannya.
Dampak jangka panjang lainnya termasuk risiko penyakit kronis. Kombinasi antara pola hidup yang tidak sehat dan gizi yang buruk dapat mempercepat proses timbulnya berbagai penyakit.
Baca juga: Fenomena Film KPop Demon Hunters di Netflix
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: