Rabu, 22 OKTOBER 2025 • 15:20 WIB

Memahami Skoliosis dan Penanganannya

Author

Memahami Skoliosis dan Penanganannya

Skoliosis adalah kondisi medis di mana tulang belakang melengkung secara abnormal, yang dapat mempengaruhi anak-anak dan orang dewasa. Meskipun sering kali tidak terasa, skoliosis bisa berdampak serius pada kualitas hidup seseorang.

Baca juga: Mengoptimalkan Kesehatan Mental Melalui Olahraga

Kondisi ini ditandai dengan lengkungan tulang belakang ke samping, menciptakan bentuk 'S' atau 'C'. Menurut American Academy of Orthopaedic Surgeons, sekitar 2-3% dari populasi mengalami skoliosis.

Apa Itu Skoliosis?

Skoliosis adalah kelainan tulang belakang yang ditandai dengan lengkungan tulang belakang ke samping. Biasanya, tulang belakang seharusnya lurus ketika dilihat dari belakang, tetapi pada penderita skoliosis, ada lengkungan yang menciptakan bentuk 'S' atau 'C'.

Kondisi ini dapat muncul pada berbagai usia, tetapi paling umum terjadi pada anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Setiap individu memiliki risiko yang berbeda-beda terkait dengan perkembangan skoliosis.

Baca juga: Kecerdasan Buatan Membuka Era Baru dalam Perawatan Keguguran

Penyebab dan Gejala Skoliosis

Ada beberapa penyebab skoliosis, termasuk faktor genetik, kondisi medis tertentu, atau bisa juga tanpa penyebab yang jelas, yang sering kita sebut skoliosis idiopatik. Anak-anak dengan riwayat keluarga skoliosis memiliki risiko yang lebih tinggi.

Gejala awal skoliosis bisa berupa ketidakseimbangan bahu atau pinggul, serta perubahan posisi tubuh seperti miring atau membungkuk. Dalam beberapa kasus, gejala ini tidak disadari orang tua hingga anak memasuki masa remaja.

Penanganan Skoliosis

Penanganan skoliosis tergantung pada tingkat keparahan dan usia pasien. Untuk kasus ringan, pengawasan berkala biasanya sudah cukup, tetapi jika skoliosis cukup parah, dokter dapat merekomendasikan penggunaan brace atau bahkan pembedahan.

Yang penting adalah melakukan pemeriksaan rutin untuk deteksi dini. Seperti yang dikemukakan oleh Dokter Spesialis Ortopedi di Jakarta, "Deteksi awal dapat membantu mengurangi risiko komplikasi di kemudian hari."

Baca juga: Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Kesibukan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU