Jumat, 26 SEPTEMBER 2025 • 11:03 WIB

Anemia Kronis: Memahami Gejala dan Cara Penanganannya

Author

Anemia Kronis: Memahami Gejala dan Cara Penanganannya

Anemia kronis merupakan kondisi medis yang sering kali tidak disadari, dengan gejala utama berupa kelelahan berkepanjangan. Kelelahan ini muncul akibat rendahnya kadar hemoglobin yang berfungsi mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.

Baca juga: Kontroversi Anggota DPR Dinonaktifkan Tanpa Pengurangan Gaji

Di Indonesia, anemia kronis menjadi masalah kesehatan yang signifikan terutama di kalangan wanita dan anak-anak. Mengidentifikasi tanda dan gejala anemia kronis sangat penting untuk mencegah dampak serius yang dapat ditimbulkan.

Pengertian Anemia Kronis

Anemia kronis didefinisikan sebagai kondisi di mana jumlah sel darah merah yang sehat dalam tubuh berkurang secara bertahap, sehingga menyebabkan kekurangan oksigen. Hal ini dapat terjadi karena berbagai faktor, termasuk penyakit kronis, kekurangan nutrisi, atau kehilangan darah yang berkelanjutan.

Secara umum, kadar hemoglobin normal berkisar antara 12 hingga 16 g/dL untuk wanita dan 13 hingga 17 g/dL untuk pria. Ketika kadar hemoglobin berada di bawah angka tersebut, maka individu dapat mengalami berbagai gejala anemia.

Gejala dan Tanda Anemia Kronis

Salah satu gejala paling umum dari anemia kronis adalah kelelahan yang tidak wajar, terjadi akibat kurangnya oksigen yang diangkut ke jaringan tubuh. Hal ini menyebabkan penurunan energi dan motivasi yang signifikan.

Baca juga: Menciptakan Kamar Tidur Nyaman untuk Tidur Berkualitas dengan Fengshui

Gejala tambahan lainnya termasuk palpitasi jantung, sesak napas, dan pusing. Dalam beberapa kasus yang lebih parah, anemia kronis dapat menyebabkan kulit terlihat pucat dan kuku menjadi rapuh.

Perasaan lemah dan lesu sering kali dialami oleh individu dengan anemia kronis, menjadikannya sulit untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Penyebab dan Pengobatan Anemia Kronis

Anemia kronis dapat disebabkan oleh berbagai kondisi kesehatan, termasuk penyakit ginjal, gangguan autoimun, serta defisiensi zat besi dan vitamin B12. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk mengidentifikasi penyebab yang mendasari.

Pengobatan anemia kronis biasanya melibatkan pengisian kembali cadangan zat besi serta suplemen vitamin sesuai kebutuhan. Terapi transfusi darah juga mungkin diperlukan pada kasus yang lebih serius.

Upaya pencegahan, seperti menjaga pola makan yang seimbang dan pemeriksaan kesehatan secara berkala, sangat disarankan untuk mencegah terjadinya anemia kronis.

Baca juga: Tips Aman Berolahraga: Cara Mencegah Cedera

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU