BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 09 FEBRUARI 2026 • 13:30 WIB

Mengenali Tanda Kekurangan Cairan Saat Puasa untuk Kesehatan Optimal

Mengenali Tanda Kekurangan Cairan Saat Puasa untuk Kesehatan OptimalMengenali Tanda Kekurangan Cairan Saat Puasa untuk Kesehatan Optimal

Selama bulan puasa, asupan cairan yang berkurang bisa membuat tubuh mengalami berbagai perubahan. Penting untuk memahami tanda-tanda kekurangan cairan agar kesehatan tetap terjaga.

Baca juga: Memahami Keuangan Melalui Finfluencer: Panduan untuk Meningkatkan Literasi Finansial

Dehidrasi dapat memiliki konsekuensi serius, sehingga mengenali gejalanya adalah langkah awal yang penting. Artikel ini menguraikan tanda-tanda dan cara mencegah kekurangan cairan saat menjalani puasa.

Dehidrasi dan Gejalanya

Dehidrasi terjadi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang diterima. Gejala awal yang umum dirasakan termasuk mulut kering dan rasa haus yang meningkat.

Urine berwarna gelap dapat menjadi indikator bahwa tubuh membutuhkan lebih banyak cairan. Warna urine yang normal biasanya kuning cerah, dan jika terlihat lebih pekat, ini menandakan perlunya asupan cairan tambahan.

Kelelahan tiada henti juga bisa menjadi tanda bahwa tubuh mengalami kekurangan cairan. Saat dehidrasi, tanpa adanya cukup air, energi tubuh bisa menurun drastis, sehingga menimbulkan perasaan lesu dan kurang konsentrasi.

Baca juga: WhatsApp Perbaiki Celah Keamanan yang Ancam Data Pengguna iOS dan Mac

Tanda Fisik Lainnya

Salah satu tanda fisik yang sering diabaikan adalah kulit yang kering dan kehilangan elastisitas. Jika kulit terasa kaku saat dicubit dan tidak segera kembali ke posisi semula, ini bisa jadi pertanda bahwa Anda perlu lebih banyak cairan.

Kepala pusing atau sakit kepala merupakan indikasi lain dari kurangnya asupan cairan. Dalam keadaan ini, pembuluh darah dapat menyempit, yang pada gilirannya mengakibatkan aliran darah yang tidak lancar ke otak.

Rasa lapar yang tidak biasa juga bisa muncul saat tubuh mengalami dehidrasi. Dalam keadaan seperti ini, tubuh cenderung memberikan sinyal haus sebagai pengganti rasa lapar.

Cara Menghindari Dehidrasi Saat Puasa

Salah satu upaya terbaik untuk mencegah dehidrasi adalah dengan memastikan asupan air yang cukup setelah berbuka dan sebelum sahur. Penting untuk tidak hanya fokus pada kuantitas, tapi juga volume cairan yang dikonsumsi.

Menambahkan buah dan sayuran yang kaya akan air dalam menu sahur dapat membantu meningkatkan asupan cairan. Buah seperti semangka dan mentimun sangat disarankan untuk membuat hidrasi tetap optimal.

Menghindari minuman berkafein dan manis juga penting, karena jenis minuman tersebut dapat mempercepat proses dehidrasi. Disarankan untuk memilih air putih atau mencoba infused water dengan potongan buah untuk variasi.

Baca juga: Sri Mulyani: Tidak Pernah Lelah Mencintai Indonesia Meski Menghadapi Tantangan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Mengenali Tanda Kekurangan Cairan Saat Puasa untuk Kesehatan Optimal

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!