Menyikat Gigi: Kunci Kesehatan Pasien di Rumah Sakit
Penelitian dari Harvard menunjukkan bahwa menyikat gigi dua kali sehari dapat mengurangi risiko pneumonia pada pasien rawat inap secara signifikan. Temuan ini menunjukkan pentingnya perawatan kebersihan mulut dalam mendukung kesehatan pasien di rumah sakit.
Baca juga: Rekor Baru di Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool dan Aktivitas Klub Premier League
Pasien yang rutin menyikat gigi memiliki peluang lebih baik untuk pulih, mengurangi penggunaan ventilator, dan menurunkan angka kematian. Ini membuka jalan bagi peningkatan standar perawatan di fasilitas medis.
Menyikat gigi terbukti efektif dalam mengurangi bakteri penyebab berbagai masalah kesehatan serius. Dr. Tien Jiang dari Harvard menyatakan, "Menyikat gigi membantu menghilangkan bakteri yang dapat memicu berbagai dampak kesehatan serius. Itu sangat masuk akal."
Penelitian menunjukkan bahwa hanya berkumur tidak cukup untuk membersihkan mulut, karena plak gigi bersifat lengket. Dr. Jiang menambahkan, "Hanya dengan menyikat gigi, bakteri tersebut bisa benar-benar disingkirkan."
Data yang diperoleh menunjukkan bahwa pneumonia sering terjadi pada pasien yang dirawat di rumah sakit. Agency for Healthcare Research and Quality melaporkan lebih dari 633 ribu pasien di Amerika mengalami pneumonia selama perawatan untuk penyakit lain.
Baca juga: Peluncuran Smartphone Terbaru Realme dengan Kapasitas Baterai Jumbo
Dalam penelitian ini, ilmuwan menganalisis 15 uji klinis yang melibatkan hampir 2.800 pasien dengan kondisi kritis. Uji klinis ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas penyikatan gigi siang dan malam pada pasien.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien yang menyikat gigi dua kali sehari memiliki risiko 33 persen lebih rendah untuk mengembangkan pneumonia akibat perawatan rumah sakit. Pasien yang menggunakan ventilator juga menunjukkan peningkatan kesehatan yang signifikan.
Secara keseluruhan, penelitian menemukan penurunan 19 persen pada risiko kematian di ICU serta waktu pemulihan yang lebih cepat bagi pasien yang menjalani kebiasaan menyikat gigi.
Salah satu kekuatan dari penelitian ini adalah penggabungan banyak studi dalam analisis besar, yang merupakan pencapaian signifikan di bidang kedokteran gigi. Dr. Jiang menyebutkan, "Dalam bidang kedokteran gigi, memiliki 15 uji klinis acak adalah pencapaian luar biasa."
Namun, teknik menyikat gigi bervariasi di tiap rumah sakit, dan penelitian ini tidak dilakukan secara 'blind', yang dapat mempengaruhi perilaku tenaga medis. Ini menjadi tantangan dalam menilai efek dari perawatan secara objektif.
Pneumonia sering terjadi akibat terhirupnya kuman dari mulut. Risiko ini semakin meningkat pada pasien ventilator karena selang pernapasan dapat menghantarkan bakteri langsung ke paru-paru. Dr. Jiang menjelaskan, "Pasien yang menggunakan ventilator kehilangan mekanisme alami untuk membersihkan saluran napas atas."
Baca juga: WhatsApp Perbaiki Celah Keamanan yang Ancam Data Pengguna iOS dan Mac
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: