Perjuangan Sulistia Melawan Gagal Ginjal: Dari Salah Diagnosis hingga Harapan Baru
Seorang wanita asal Tangerang, Sulistia, berbagi pengalamannya menghadapi gagal ginjal stadium 5 sejak usia 14 tahun.
Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Pengajuan Izin Penjualan iPhone 17
Kondisinya berawal dari pengamatan gejala yang disangka hanya gangguan asam lambung, sebelum akhirnya memerlukan perawatan intensif di rumah sakit.
Sulistia mengalami gejala yang mengkhawatirkan seperti bengkak di seluruh tubuh, mual-muntah, dan sesak napas. Selama hampir dua bulan, ia bolak-balik ke berbagai klinik untuk mencari pertolongan.
Setiap kunjungan, keluhannya selalu dianggap sebagai gangguan asam lambung, tanpa pemeriksaan lebih mendalam. Beberapa dokter bahkan sempat menduga ia mengalami flek paru.
Baca juga: Kota-kota Favorit untuk Liburan Sendirian di Indonesia
Keadaan Sulistia semakin memburuk hingga ia tidak sadarkan diri dan harus dilarikan ke IGD di salah satu rumah sakit di Tangerang. Saat itu, diagnosis yang tepat baru muncul, yaitu gagal ginjal stadium 5.
Begitu tiba di rumah sakit, kondisi Sulistia dinyatakan sangat kritis dan membawanya ke unit perawatan intensif selama dua minggu. Dalam keadaan koma, ia mulai menjalani cuci darah secara rutin.
Setelah menjalani perawatan yang panjang, kini Sulistia merasa relatif sehat meskipun harus membatasi jumlah cairan yang dikonsumsi. Ia menjelaskan, 'Paling kadang sesak aja kalau minum banyak karena minumnya sudah ditakar 600 ml seharian.'
Pengalaman Sulistia bisa menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dalam diagnosis penyakit, terutama pada usia muda. Banyak individu menghadapi tantangan dalam mendapatkan perawatan kesehatan yang tepat.
Baca juga: Pentingnya Mengenali Tanda Awal Serangan Jantung yang Sering Diabaikan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: