Film adaptasi dari novel karya Stephen King, 'The Running Man', resmi dirilis di bioskop Indonesia pada hari Rabu, 12 November 2025.
Baca juga: WhatsApp Perbaiki Celah Keamanan yang Ancam Data Pengguna iOS dan Mac
Film ini menyoroti tema kekerasan dalam acara televisi yang menggambarkan masa depan kelam, dengan Glen Powell sebagai pemeran utama.
Cerita dan Karakter Utama
Dalam film ini, Glen Powell berperan sebagai Ben Richards, seorang ayah yang berjuang untuk menyelamatkan putrinya yang sakit keras.
Desakan situasi membuat Ben menerima tawaran untuk ikut dalam 'The Running Man', sebuah acara televisi yang penuh risiko dan darah.
Film ini menyajikan nuansa ketegangan di mana Ben tidak hanya melawan para pemburu profesional, tetapi juga jutaan penonton yang mengharapkan dramatisasi kematiannya.
Baca juga: Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Kesibukan
Masa Depan Gelap dalam Acara Televisi
Film ini menggambarkan masa depan gelap di mana kekerasan menjadi hiburan dan rasa kemanusiaan mulai sirna.
Ben dihadapkan pada situasi yang tidak hanya mengancam nyawanya, tetapi juga mempertanyakan integritas sistem yang mengatur acara tersebut.
Kepopuleran Ben menjadikannya simbol perlawanan terhadap sistem yang tidak manusiawi, menciptakan ketegangan antara kehidupan nyata dan hiburan.
Perbandingan Versi 1987 dan 2025
'The Running Man' sebelumnya pernah dirilis pada tahun 1987, yang dibintangi oleh Arnold Schwarzenegger.
Versi 2025 ini dikatakan lebih setia pada versi novel aslinya dibandingkan dengan versi sebelumnya.
Kehadiran sutradara Edgar Wright dan penulis naskah Michael Bacall memperkaya cerita dengan campuran aksi, satire sosial, serta emosi mendalam.
Baca juga: Pentingnya Mengenali Tanda Awal Serangan Jantung yang Sering Diabaikan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: