BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Minggu, 28 DESEMBER 2025 • 11:00 WIB

Disparitas Penilaian antara Kritikus dan Penonton pada Avatar: Fire and Ash

Disparitas Penilaian antara Kritikus dan Penonton pada Avatar: Fire and AshDisparitas Penilaian antara Kritikus dan Penonton pada Avatar: Fire and Ash

Film terbaru James Cameron, Avatar: Fire and Ash, menciptakan kontroversi dengan perbedaan penilaian antara kritikus dan penonton.

Baca juga: Penjarahan Rumah Uya Kuya: Reaksi Publik dan Diskursus Sosial

Meskipun menerima ulasan negatif dari banyak kritikus, film ini malah mendapatkan sambutan positif dari penggemar dengan skor tinggi di berbagai platform.

Penilaian Kritikus Terhadap Avatar: Fire and Ash

Avatar: Fire and Ash, yang menjadi bagian ketiga saga Avatar, hanya mendapatkan 66 persen dari 307 kritikus di Rotten Tomatoes, angka terendah dibandingkan dua film sebelumnya.

Beberapa kritikus menilai film ini terlalu mengandalkan efek visual tanpa substansi cerita yang memadai. Stephanie Zacharek dari TIME Magazine berpendapat bahwa 'visi Cameron tidak lagi terasa sebagai masa depan, melainkan sebuah perjalanan nostalgia, bentuk deja vu yang sangat mahal.'

Peter Bradshaw dari Guardian mengungkapkan, 'Avatar tetap sama besarnya dalam ketidakmenarikan dan sama kolosalnya dalam ketahanan terhadap kritik seperti sebelumnya: sebuah bangunan besar yang kosong, yang dengan tenang menolak segala keberatan.'

Nicholas Barber dari BBC.com juga menyoroti aspek negatif film ini, menggambarkannya sebagai '197 menit grafis seperti screensaver' dengan dialog yang kaku dan alur cerita yang mediocre.

Penghargaan Terhadap Kehebatan James Cameron

Di tengah berbagai kritik yang ada, beberapa kritikus mengakui keahlian James Cameron dalam menciptakan film ini. Jake Coyle dari Associated Press mencatat bahwa 'ini tetap merupakan epik dalam hal keterampilan dan keyakinan,' menyoroti dedikasi Cameron dalam mengolah dinamika karakternya.

Baca juga: Manfaat Asam Hialuronat untuk Kesehatan Kulit

David Ehrlich dari IndieWire menekankan bahwa meskipun film ini mengikuti pola yang ada, Cameron berhasil menghadirkan momen-momen baru yang menyegarkan. Ia menyatakan, '[Ekspektasi] tidak mempersiapkan saya pada kenyataan menyaksikan salah satu penjelajah terbesar sinema berjalan berputar-putar selama tiga jam.'

Kekaguman terhadap keahlian teknis yang ditampilkan dalam film juga terlihat dari cara Cameron menggambarkan karakter-karakternya.

Meskipun narasi film ini dianggap memiliki hambatan, pengembangan karakter tetap menjadi salah satu elemen yang patut diapresiasi.

Respon Penonton dan Kesuksesan di Box Office

Menurut penilaian dari penonton, Avatar: Fire and Ash mendapat skor 91 persen di Popcornmeter, menunjukkan banyaknya penonton yang menikmati film ini meskipun ulasan kritis yang mengecewakan.

Hal ini memperlihatkan adanya ketidakcocokan persepsi antara kritikus dan audiens. Beberapa penonton menyatakan bahwa kemiripan cerita dengan film sebelumnya adalah hal yang wajar untuk sekuel, serta menghargai pengembangan karakter meskipun dianggap sederhana.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Disparitas Penilaian antara Kritikus dan Penonton pada Avatar: Fire and Ash

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!