styleguide.id – Tahun 2025 diprediksi akan membawa perubahan signifikan dalam dunia kecantikan. Salah satu fokus utama adalah beralih dari praktik kecantikan yang berlebihan menuju gaya yang lebih alami dan sehat.
Dalam hal ini, ada beberapa tren yang perlu dikesampingkan agar masyarakat bisa mendapatkan kecantikan yang lebih otentik dan berkelanjutan. Dari penggunaan makeup berlebihan hingga prosedur kecantikan ekstrem, mari kita eksplorasi apa saja yang sebaiknya ditinggalkan.
Makeup Berlebihan
Salah satu tren yang patut ditinggalkan adalah penggunaan makeup berlebihan. Meskipun makeup dapat meningkatkan penampilan, penggunaan produk yang terlalu banyak justru dapat merusak kulit dan membuat wajah tampak tidak natural.
Di tahun 2025, diprediksi lebih banyak orang yang akan beralih ke tampilan yang lebih minimalis. Dengan mengurangi penggunaan foundation tebal dan produk makeup lainnya, kulit bisa lebih bernapas dan terlihat lebih bercahaya secara alami.
Prosedur Kecantikan Ekstrem
Prosedur kecantikan seperti filler dan botox memang tengah naik daun, tetapi efek jangka panjang dari prosedur tersebut bisa berisiko. Terdapat banyak kasus di mana individu mengalami komplikasi atau hasil yang tidak sesuai dengan harapan setelah menjalani prosedur tersebut.
Masyarakat diharapkan untuk lebih memilih perawatan yang bersifat alami dan tidak invasif. Misalnya, facial organik dan penggunaan serum berkualitas tinggi bisa menjadi alternatif yang lebih aman untuk merawat kulit.
Tren Kecantikan yang Tidak Berkelanjutan
Tren kecantikan yang tidak ramah lingkungan juga perlu ditinggalkan. Mengingat meningkatnya kesadaran akan isu lingkungan, produk kecantikan yang mengandung bahan kimia berbahaya dan menggunakan kemasan plastik seharusnya tidak lagi menjadi pilihan mainstay.
Munculnya produk kecantikan yang ramah lingkungan, seperti kosmetik organik dan kemasan yang dapat didaur ulang, merupakan solusi yang lebih baik untuk kecantikan yang berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: