Isu Hukum Menghantui Proses Perceraian Rully Anggi Akbar dan Boiyen
Rully Anggi Akbar tengah menghadapi masalah hukum serius di tengah perceraian dari Boiyen, termasuk dugaan penipuan investasi ratusan juta rupiah.
Baca juga: Kota-kota Favorit untuk Liburan Sendirian di Indonesia
Kuasa hukum Boiyen menyatakan bahwa kliennya tidak memiliki pengetahuan mengenai tuduhan tersebut, yang semakin memperumit proses perceraian yang telah dimulai sejak awal tahun 2026.
Rully Anggi Akbar dan Boiyen menikah pada 15 November 2025, namun tidak lama setelah itu, pernikahan mereka berakhir dengan gugatan cerai yang diajukan Boiyen pada Januari 2026.
Di tengah proses perceraian, muncul suatu laporan polisi yang menuduh Rully melakukan penipuan investasi, yang menambah kompleksitas dalam situasi yang sudah rumit ini.
Kuasa hukum Boiyen, Anselmus Mallofiks, menjelaskan bahwa kliennya tidak mengetahui mengenai dugaan tersebut, menyatakan, "Yang bisa kami beritahukan sekarang adalah klien kami, Mbak Yeni, itu sama sekali tidak mengetahui berkaitan dengan perdebatan-perdebatan atau lapor-laporan…".
Baca juga: Sri Mulyani: Tidak Pernah Lelah Mencintai Indonesia Meski Menghadapi Tantangan
Rully Anggi Akbar membantah tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa hubungan pernikahannya dengan Boiyen baik-baik saja, sambil mengatakan, "Hubungan kami sampai hari ini masih baik-baik saja. Dari awal kita pacaran sampai menikah, semua saya cerita. Istri tahu dari A sampai Z."
Sementara itu, kuasa hukum Boiyen menegaskan bahwa mereka tidak berniat mencampuri isu hukum yang dihadapi oleh Rully, dengan fokus pada penyelesaian masalah perceraian tanpa menambah komplikasi hukum.
Namun, kedua belah pihak kini terjebak dalam serangkaian masalah hukum yang secara signifikan mempengaruhi proses perceraian mereka.
Saat ini, proses perceraian Rully dan Boiyen sedang ditangani di Pengadilan Agama Tigaraksa, di mana laporan polisi terkait dugaan penipuan investasi menjadi sorotan publik.
Kuasa hukum Boiyen menekankan bahwa meskipun ada masalah hukum terkait Rully, mereka tidak akan terlibat dalam hal tersebut, bertujuan untuk menyelesaikan perceraian dengan cara damai.
Kompleksitas ini jelas mencerminkan dinamika hubungan mereka yang tidak hanya berujung pada perpisahan, tetapi juga perselisihan hukum yang bersinggungan dengan kehidupan pribadi mereka.
Baca juga: Menu Sarapan Sehat untuk Petinju: Meningkatkan Performa Latihan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: