Jumat, 24 APRIL 2026 • 17:07 WIB

Indonesia Sepakati Pembelian 150 Juta Barel Minyak Mentah Dari Rusia Hingga 2026

Author

Indonesia Sepakati Pembelian 150 Juta Barel Minyak Mentah Dari Rusia Hingga 2026

Indonesia telah mencapai kesepakatan untuk membeli 150 juta barel minyak mentah dari Rusia untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak nasional hingga akhir 2026.

Baca juga: Desta Sebarkan Tuntutan 17+8 Setelah Dihujat Soal Pilihan Politik

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Yuliot Tanjung, menegaskan bahwa pembelian akan dilakukan secara bertahap dengan pilihan pengelolaan yang masih dalam kajian.

Detail Kesepakatan Pembelian Minyak

Yuliot Tanjung mengungkapkan bahwa tujuan dari kesepakatan ini adalah untuk mencukupi kebutuhan minyak mentah Indonesia yang mencapai 300 juta barel per tahun.

Jumlah yang diborong dari Rusia ini setara dengan hampir setengah dari konsumsi BBM nasional dalam setahun, mencerminkan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi.

Pembahasan mengenai skema pembelian masih berlangsung, dengan dua opsi yaitu melalui Pertamina atau Badan Layanan Umum (BLU).

Kemungkinan menggunakan BLU dipandang sebagai opsi yang lebih aman untuk mengelola risiko terkait transaksi dalam jumlah besar.

Pertimbangan Jalur Pengiriman

Dalam pertemuan yang membahas kesepakatan ini, Yuliot menggarisbawahi pentingnya memilih jalur pengiriman yang efisien.

Baca juga: Pengembalian Jam Tangan Mewah Ahmad Sahroni Setelah Penjarahan

Tensi politik internasional, khususnya antara Amerika Serikat dan Iran, menjadi faktor yang dapat memengaruhi keputusan terkait rute pengiriman minyak.

Efisiensi biaya pengiriman juga menjadi fokus perhatian, untuk mencegah dampak negatif terhadap anggaran negara.

Aspek ini sangat penting agar pasokan minyak dapat dilakukan tanpa membebani ekonomi nasional.

Kebutuhan Minyak Mentah di Indonesia

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya mengungkapkan bahwa Indonesia membutuhkan sekitar satu juta barel minyak setiap harinya.

Dengan kapasitas produksi domestik yang hanya mencapai 600 ribu barel per hari, kebutuhan untuk impor menjadi mendesak.

Bahlil menuturkan bahwa pemerintah akan terus mencari sumber pasokan minyak dari berbagai negara, termasuk Rusia, dengan tetap mempertimbangkan harga yang kompetitif.

"Semua upaya ini dilakukan untuk memastikan pasokan energi yang memadai bagi negara," ujarnya.

Baca juga: Pentingnya Rutin Mengonsumsi Obat Cacing untuk Kesehatan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU