Jumat, 10 APRIL 2026 • 15:39 WIB

Pemerintah Pastikan Stabilitas Stok BBM dan LPG di Tengah Diskusi Harga

Author

Pemerintah Pastikan Stabilitas Stok BBM dan LPG di Tengah Diskusi Harga

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pembahasan mengenai harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi masih berlangsung. Ia memastikan bahwa cadangan BBM dan LPG nasional dalam kondisi yang aman.

Baca juga: Mengoptimalkan Kesehatan Mental Melalui Olahraga

Stok nasional BBM saat ini berada di atas 20 hari, sementara cadangan LPG lebih dari 10 hari. Bahlil mengimbau masyarakat untuk menggunakan kedua sumber energi dengan bijak.

Stok Energi yang Stabil

Bahlil memastikan bahwa Indonesia telah melewati masa kritis terhadap pasokan energi yang diakibatkan oleh gejolak geopolitik di Timur Tengah. Meskipun situasi telah stabil, ia menegaskan pentingnya penggunaan bijak terhadap BBM dan LPG oleh masyarakat.

Pemerintah juga menerapkan campuran 50% biodiesel pada solar untuk meningkatkan ketahanan energi. Uji coba B50 yang dilakukan menunjukkan kemajuan signifikan dengan efisiensi mencapai 60% hingga 70%.

Proyek ini direncanakan akan diluncurkan pada 1 Juli mendatang sebagai langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada impor BBM. Bahlil menyebut kebijakan ini sebagai langkah bertahan untuk menjaga pasokan energi domestik.

Baca juga: Aksi Pria Berjaket Ojol Viral di Atas Kereta KRL di Stasiun Cikini

Impor dan Diversifikasi Sumber Energi

Terkait kebijakan impor, Bahlil mengonfirmasi bahwa Indonesia tidak lagi mengimpor BBM jadi dari Timur Tengah. Diversifikasi sumber impor kini mencakup negara-negara seperti Angola dan Amerika.

Namun, untuk BBM jenis bensin, industri masih bergantung pada impor dari negara tertentu. Sekitar 20-22 juta kiloliter bensin dibutuhkan setiap tahun untuk memenuhi kebutuhan nasional.

Sekretaris Ditjen Migas menyebutkan bahwa porsi impor minyak bensin diperkirakan mencapai 60,18% dari total kebutuhan pada tahun 2025, dengan Singapura sebagai sumber utama, diikuti oleh Malaysia dan Oman.

Tren Kebutuhan Minyak Solar

Rizwi, Sekretaris Ditjen Migas, mengungkapkan bahwa kebutuhan minyak solar mengalami peningkatan. Meski begitu, langkah pemerintah berhasil menekan impor dari 12,17% pada tahun 2025 menjadi hanya 6,26% hingga Februari 2026.

Total kebutuhan minyak solar pada tahun 2025 diperkirakan mencapai 110.932 kiloliter per hari, sementara hingga Februari 2026, angka tersebut meningkat menjadi 111.356 kiloliter per hari.

Data menunjukkan bahwa porsi impor solar yang dominan berasal dari Singapura dengan angka 58,56%, diikuti oleh Malaysia di angka 36,56%. Hal ini mencerminkan efektivitas langkah pemerintah dalam menjaga ketahanan energi nasional.

Baca juga: Patung Superhero Milik Anggota DPR Ini Jadi Korban Penjarahan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU