Kamis, 12 MARET 2026 • 12:39 WIB

Mengenali dan Mengatasi Gangguan Pernapasan saat Tidur

Author

Mengenali dan Mengatasi Gangguan Pernapasan saat Tidur

Banyak individu terbangun di malam hari dengan sesak napas, sering kali tanpa menyadari penyebabnya. Salah satu penyebab yang perlu diperhatikan adalah sleep apnea, kondisi yang dapat memengaruhi kualitas tidur secara signifikan.

Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Pengajuan Izin Penjualan iPhone 17

Apa Itu Sleep Apnea?

Sleep apnea adalah gangguan tidur yang ditandai dengan terhentinya atau terputusnya pernapasan seseorang saat tidur. Kondisi ini dapat terjadi beberapa kali dalam semalam, yang sering kali menyebabkan terbangunnya penderitanya tanpa disadari.

Terdapat dua jenis sleep apnea yang umum, yaitu obstructive sleep apnea (OSA) dan central sleep apnea. OSA biasanya disebabkan oleh relaksasi otot tenggorokan yang berlebihan, sementara central sleep apnea terkait dengan masalah pada sistem saraf yang mengatur pernapasan.

Setiap orang dapat mengalami kondisi ini, tetapi lebih sering terjadi pada pria dengan kelebihan berat badan. Faktor-faktor risiko lain termasuk usia, riwayat keluarga, serta kebiasaan merokok.

Gejala Sleep Apnea

Gejala utama dari sleep apnea termasuk terbangun dengan sesak napas atau suara keras. Meskipun sudah tidur cukup, penderita sering merasa kelelahan di siang hari.

Baca juga: Kota-kota Favorit untuk Liburan Sendirian di Indonesia

Selain itu, tanda-tanda lain seperti ngorok keras, frekuensi terbangun untuk buang air, dan kesulitan dalam berkonsentrasi dapat menjadi indikasi adanya masalah ini. Meskipun gejala-gejala ini tampak sepele, mereka berpotensi mengganggu aktivitas sehari-hari.

Kesadaran terhadap tanda-tanda ini sangat penting dan disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter demi mendapatkan diagnosis yang tepat. Tanpa penanganan yang tepat, sleep apnea bisa menyebabkan komplikasi serius seperti hipertensi dan penyakit jantung.

Penanganan Sleep Apnea

Metode penanganan sleep apnea bervariasi tergantung pada tipe dan tingkat keparahannya. Salah satu pendekatan umum adalah penggunaan CPAP (Continuous Positive Airway Pressure), alat yang membantu menjaga agar saluran udara tetap terbuka selama tidur.

Perubahan gaya hidup, seperti penurunan berat badan, penghentian merokok, dan penghindaran alkohol, juga dapat berkontribusi terhadap pengurangan gejala yang dialami. Dalam situasi tertentu, dokter mungkin merekomendasikan prosedur bedah untuk memperbaiki struktur saluran pernapasan.

Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin jika menemukan gejala gangguan tidur adalah tindakan yang sangat dianjurkan. Dengan penanganan yang tepat, kualitas tidur dan kesehatan secara keseluruhan dapat meningkat secara signifikan.

Baca juga: Realme Luncurkan Smartphone Dengan Baterai 15.000 mAh dan Chill Fan Phone

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU