Kemutakhiran Artificial Intelligence (AI) kini merambah dunia medis, terutama dalam deteksi kanker secara lebih cepat dan akurat. Kolaborasi Siloam dan AstraZeneca memperkenalkan solusi berbasis AI melalui perangkat lunak Qure.ai di Indonesia.
Baca juga: Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat: Tetap Bugar Di Rumah
Inisiatif ini bertujuan menekan angka kanker, khususnya kanker payudara dan paru-paru, yang hingga kini menjadi tantangan besar bagi kesehatan masyarakat. Dengan dukungan teknologi, diharapkan deteksi dini dapat meningkatkan angka kelangsungan hidup pasien.
Inovasi Teknologi dalam Deteksi Kanker
Kolaborasi antara Siloam dan AstraZeneca adalah langkah konkret untuk menanggulangi tingginya angka kanker di Indonesia. Data dari Global Cancer Observatory (Globocan) menunjukkan bahwa kanker payudara menyebabkan lebih dari 22 ribu kematian di Indonesia pada tahun 2020.
Kanker paru-paru juga menjadi salah satu penyebab utama kematian akibat kanker, dengan kasus baru terbanyak ketiga di Indonesia. Mengingat situasi tersebut, kedua perusahaan berfokus pada peningkatan deteksi dini melalui teknologi AI.
Esra Erkomay, Country President AstraZeneca Indonesia, menjelaskan bahwa "deteksi kanker pada tahap lebih awal tidak hanya meningkatkan angka kelangsungan hidup, tetapi juga mengurangi kompleksitas pengobatan."
Baca juga: Pentingnya Rutin Mengonsumsi Obat Cacing untuk Kesehatan
Akurasi AI dalam Mendeteksi Kanker Payudara
Teknologi AI berperan penting dalam proses klasifikasi HER2, yang krusial dalam pengobatan kanker payudara. Proses ini mencakup kategori HER2 negatif, rendah, ultra-rendah, dan positif untuk menentukan langkah terapi yang tepat.
Dr. Jeffry Beta Tenggara, dokter spesialis penyakit dalam, menyatakan, "proses identifikasi jenis HER2 ini dapat mendukung pengambilan keputusan terapi yang lebih tepat dan tepat waktu."
Menurut data dari American Society of Clinical Oncology (ASCO), akurasi AI dalam mendeteksi kanker payudara mencapai sekitar 92 persen, menjadikannya alat yang sangat berharga dalam diagnosis kanker.
Peran AI dalam Deteksi Kanker Paru
AI juga diterapkan dalam deteksi kanker paru yang biasanya ditandai dengan nodul pada jaringan paru. Proses diagnosis sering melibatkan analisis CT scan untuk menemukan nodul ini, meskipun kadang sulit mengidentifikasinya.
Nodul kanker paru bisa tertutup oleh struktur lain, sehingga deteksi manual menjadi tantangan tersendiri. Dr. Dewi Tantra Hardiyanto, dokter spesialis radiologi, menegaskan, "AI ini membantu mengidentifikasi pemeriksaan yang kemungkinan normal atau tidak, jadi radiologi dapat mempercepat waktu dan lebih fokus pada kasus-kasus yang abnormal."
Dengan adanya teknologi ini, diharapkan proses diagnosis dapat lebih efisien dan akurat, memberikan harapan baru bagi pasien kanker paru.
Baca juga: Pilihan Olahraga Low Impact untuk Pemula
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: