Senin, 02 MARET 2026 • 13:37 WIB

Dinamika Inflasi Ramadan: Analisis Penting untuk 2026 dan Dampaknya

Author

Dinamika Inflasi Ramadan: Analisis Penting untuk 2026 dan Dampaknya

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa tren inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) selama Ramadan dalam lima tahun terakhir menunjukkan pola yang menarik. Data terbaru memperlihatkan bahwa inflasi pada Ramadan 2026 lebih rendah dibandingkan dengan tahun 2022, meski demikian penyebabnya tetap kompleks.

Baca juga: Denza Luncurkan MPV Mewah D9 dengan Harga Lebih Kompetitif

Inflasi Ramadan 2026 tercatat mencapai 0,95%, didorong oleh fluktuasi komoditas bergejolak dan inflasi emas. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengungkapkan berbagai faktor yang mempengaruhi perkembangan ini.

Tren Inflasi Selama Lima Tahun Terakhir

Laporan BPS menunjukkan inflasi Ramadan selalu menjadi perhatian penting setiap tahun. Angka inflasi tertinggi dalam lima tahun terakhir dicatat pada 2025 dengan 1,65%.

Dengan adanya penurunan inflasi pada 2026, tetap terdapat banyak faktor yang mempengaruhi. Ateng Hartono menyatakan bahwa komoditas bergejolak, serta makanan, minuman, dan tembakau, berkontribusi signifikan terhadap inflasi selama bulan Ramadan.

Baca juga: Pentingnya Merawat Kesehatan Mental di Kalangan Generasi Muda

Peranan Emas dalam Inflasi Ramadan 2026

Inflasi pada Ramadan 2026 juga dipengaruhi oleh inflasi emas, yang tercatat mencapai 0,19%. Meningkatnya inflasi emas sejak 2024 menunjukkan dampak signifikan terhadap perekonomian.

Pada Februari 2026, inflasi emas meningkat tajam hingga 8,42% secara tahunan. Fenomena ini diakui Ateng sebagai faktor yang memperumit manajemen inflasi keseluruhan selama bulan Ramadan.

Faktor-faktor Penyebab Inflasi di Bulan Ramadan

Dalam observasi inflasi, tidak hanya emas dan makanan yang berpengaruh, namun juga komoditas lain yang fluktuatif. Tantangan ini menjadi fokus pemerintah untuk mengendalikan inflasi yang sering melonjak selama Ramadan.

BPS menekankan bahwa sektor makanan, minuman, dan tembakau adalah penyumbang utama inflasi. Permintaan yang meningkat menjelang hari raya menambah ketegangan pada kestabilan harga.

Baca juga: Manfaat Asam Hialuronat untuk Kesehatan Kulit

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU