Migrain sering kali menjadi gangguan yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari. Kenali makanan-makanan yang dapat memicu serangan agar dapat mengurangi frekuensinya.
Baca juga: Desta Sebarkan Tuntutan 17+8 Setelah Dihujat Soal Pilihan Politik
Menghindari makanan pemicu dapat menjadi langkah penting dalam manajemen migrain. Berikut adalah beberapa kategori makanan yang perlu diperhatikan.
Makanan dengan Aditif Kimia
Banyak makanan olahan mengandung aditif seperti pengawet dan pewarna yang dapat meningkatkan risiko terjadinya migrain. Monosodium glutamat (MSG), yang sering ditemukan dalam masakan Asia dan snack kemasan, adalah salah satu contoh aditif yang perlu diwaspadai.
Penting untuk membatasi konsumsi MSG, karena dapat menjadi pemicu serangan migrain. Selain MSG, nitrat yang terdapat dalam daging olahan seperti sosis dan bacon juga bisa memicu gejala dengan cara memperlebar pembuluh darah.
Konsumsi Kafein yang Perlu Diatur
Kafein dapat memiliki efek ganda bagi penderita migrain. Dalam jumlah moderat, kafein mungkin meredakan nyeri, tetapi konsumsi berlebihan dapat memicu serangan.
Baca juga: Kota-kota Favorit untuk Liburan Sendirian di Indonesia
Minuman berkafein, seperti kopi, teh, dan minuman energi, perlu dikontrol asupannya. Terlalu banyak kafein dalam waktu singkat dapat mengganggu pola tidur dan menambah risiko sakit kepala.
Pengurangan kafein secara mendadak juga dapat memicu gejala migrain, sehingga penting untuk mengurangi asupan secara bertahap dan konsisten.
Hindari Makanan Fermentasi dan Keju Tua
Makanan fermentasi seperti kimchi dan sauerkraut, serta produk susu berusia tua seperti keju, dapat memicu migrain. Ini disebabkan oleh kandungan tiramina yang ada dalam makanan tersebut.
Tiramina terbentuk dari penguraian protein dan dapat memengaruhi kadar neurotransmitter di otak. Oleh karena itu, makanan ini sebaiknya dihindari bagi mereka yang rentan terhadap migrain.
Keju yang sudah berumur lama, seperti cheddar dan bleu cheese, memiliki kandungan tiramina yang tinggi. Menggantinya dengan keju yang lebih segar dan rendah tiramina dapat membantu mengurangi risiko serangan.
Baca juga: Pengembalian Jam Tangan Mewah Ahmad Sahroni Setelah Penjarahan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: