Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah membagikan informasi penting mengenai virus nipah, terutama tentang periode inkubasi yang berkisar antara 4 hingga 14 hari sebelum gejala muncul.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Perlakuan Istimewa Selebritas di DPR
Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan, Dr. Sumarjaya, menjelaskan bahwa gejala yang ditimbulkan bisa beragam, mulai dari demam hingga kejang.
Gejala dan Masa Inkubasi Virus Nipah
Gejala yang muncul akibat virus nipah sangat bervariasi, mulai dari demam, sakit kepala, hingga kondisi lebih serius seperti kejang.
Dr. Sumarjaya juga mencatat bahwa ada laporan munculnya gejala hingga 45 hari setelah paparan, yang menunjukkan bahwa manifestasi virus ini tidak selalu konsisten.
Anak muda yang terinfeksi perlu mendapatkan perhatian ekstra, karena gejala-gejala berat seperti penurunan kesadaran dan gangguan pernapasan seringkali terjadi.
Kewaspadaan terhadap gejala ini sangat penting dilakukan sebagai bagian dari pencegahan yang lebih besar terhadap penyebaran virus nipah.
Metode Diagnosis dan Tingkat Kematian
Virus nipah dapat didiagnosis melalui tes PCR, namun hingga saat ini, cara pengobatan khusus untuk virus ini masih belum tersedia.
Baca juga: Realme Luncurkan Smartphone Dengan Baterai 15.000 mAh dan Chill Fan Phone
Tingkat kematian akibat penyakit ini sangat mengkhawatirkan, mencapai 40 hingga 75 persen ketika virus menyerang manusia.
Kelelawar dikenal sebagai pembawa alami virus nipah, dan kasus pertama virus ini sudah terdeteksi sejak lama di antara populasi kelelawar.
Situasi ini menunjukkan pentingnya kewaspadaan, terutama di daerah yang memiliki populasi kelelawar tinggi.
Pencegahan Penularan Virus Nipah
Langkah pencegahan yang dapat diambil masyarakat termasuk menghindari meminum air nira langsung dari pohon.
Mencuci dan mengupas buah sebelum dikonsumsi sangat disarankan, serta membuang buah yang terlihat rusak atau bekas gigitan.
Satu lagi langkah antisipasi yang penting adalah memasak daging ternak hingga matang sebelum dikonsumsi untuk mencegah penularan.
Sampai Februari 2026, belum ada laporan penularan virus nipah di Indonesia, tetapi masyarakat perlu tetap waspada dan memperhatikan kemungkinan risiko.
Baca juga: Pentingnya Merawat Kesehatan Mental di Kalangan Generasi Muda
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: