Pihak berwenang di Thailand sedang menyelidiki kematian mendadak 72 harimau di Tiger Kingdom, Chiang Mai, yang terjadi dalam kurun waktu kurang dari dua minggu. Kematian ini diduga disebabkan oleh virus distemper anjing, sebuah penyakit yang sulit dideteksi pada kucing besar.
Baca juga: Rekor Baru di Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool dan Aktivitas Klub Premier League
Direktur Departemen Peternakan Nasional, Somchuan Ratanamungklanon, mengungkapkan bahwa pihak pengelola terlambat menyadari bahwa harimau-harimau tersebut dalam kondisi tidak sehat. Hal ini menunjukkan adanya kesulitan dalam memantau kesehatan satwa liar di fasilitas tersebut.
Kondisi Kesehatan Harimau yang Memburuk
Dalam menjawab insiden ini, dinas peternakan setempat mengambil sampel dari harimau yang mati dan menemukan adanya virus distemper anjing. Meskipun sudah ada pengujian, pihak berwenang masih mencari tahu asal mula wabah yang menyerang hewan-hewan tersebut.
Somchuan menjelaskan, 'Saat kami menyadari mereka sakit, sudah terlambat.' Kondisi ini menunjukkan bahwa pengelola mengalami tantangan dalam memonitor kesehatan harimau, yang jumlahnya mencapai 240 di dua fasilitas di Chiang Mai.
Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan Mata di Era Digital
Dampak Virus Distemper Anjing pada Harimau
Virus distemper anjing dikenal sebagai penyakit menular yang dapat menyerang sistem pernapasan, pencernaan, dan saraf. Walaupun lebih umum pada anjing, virus ini juga dapat menjangkiti kucing besar, termasuk harimau, dan dapat berakibat fatal.
Kantor peternakan provinsi mengungkapkan bahwa tes awal menunjukkan adanya infeksi parvovirus kucing pada harimau-harimau yang terlibat. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui hubungannya dengan kematian mendasar yang terjadi.
Tindakan Pencegahan dan Respon Masyarakat
Sebagai tanggapan terhadap situasi ini, seluruh bangkai harimau telah dikremasi untuk mencegah penyebaran penyakit lebih lanjut. Departemen pengendalian penyakit juga memastikan bahwa semua staf di Tiger Kingdom diawasi selama 21 hari, dengan tidak ada laporan tentang penyakit di antara mereka.
Organisasi hak-hak hewan mengungkapkan kecaman terhadap kejadian ini, menyoroti tantangan dalam menjaga kesehatan hewan yang dilindungi untuk tujuan olahraga dan hiburan. Peta Asia menyatakan, 'Tragedi seperti ini kemungkinan besar tidak akan terjadi jika wisatawan menjauhi tempat-tempat wisata tersebut.'
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: