Selasa, 24 FEBRUARI 2026 • 13:30 WIB

Memahami Sindrom Guillain-Barré: Gejala dan Penanganan yang Diperlukan

Author

Memahami Sindrom Guillain-Barré: Gejala dan Penanganan yang Diperlukan

Sindrom Guillain-Barré adalah gangguan autoimun langka yang berdampak pada sistem saraf perifer, menyebabkan kelemahan otot hingga kelumpuhan tanpa pengobatan yang tepat.

Baca juga: Kunto Aji Soroti Perlakuan Istimewa Selebritas di DPR

Meskipun tingkat pemulihan cukup tinggi, intervensi medis yang cepat dan tepat sangat esensial dalam mencegah komplikasi serius yang mungkin terjadi.

Pengenalan Sindrom Guillain-Barré

Sindrom Guillain-Barré (GBS) adalah kondisi di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel saraf, khususnya yang berlokasi di bagian tepi. Pemicunya sering kali adalah infeksi oleh virus atau bakteri, seperti infeksi saluran pernapasan dan diare.

Gejala awal dari GBS biasanya meliputi kelemahan yang dimulai di daerah kaki dan dapat menyebar ke bagian tubuh lain. Sebagian besar pasien juga mengalami sensasi kesemutan atau mati rasa sebelum timbulnya kelemahan otot yang lebih parah.

Baca juga: Denza Luncurkan MPV Mewah D9 dengan Harga Lebih Kompetitif

Penyebab dan Faktor Risiko

Penyebab jelas dari sindrom ini belum sepenuhnya dipahami; namun, adanya hubungan dengan beberapa infeksi tertentu telah teridentifikasi. Infeksi seperti virus Zika, Campylobacter jejuni, dan influenza diketahui dapat berkontribusi terhadap risiko timbulnya GBS.

Faktor risiko lain termasuk riwayat penyakit autoimun, meskipun itu jarang terjadi. Penting untuk dicatat bahwa GBS dapat muncul pada individu dari segala usia dan jenis kelamin.

Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan

Gejala GBS cenderung bervariasi, namun mayoritas pasien mengalami kelemahan otot yang bersifat progresif dan mungkin mengalami kesulitan bernapas. Gejala ini umumnya muncul antara dua hingga empat minggu setelah infeksi awal.

Proses diagnosis GBS dilakukan melalui pemeriksaan fisik dan juga tes tambahan, seperti analisis cairan spinal dan pengujian konduksi saraf. Diagnosis yang tepat sangat penting agar pengobatan dapat dilakukan dengan segera.

Metode pengobatan untuk GBS biasanya terdiri dari terapi intravena imunoglobulin (IVIG) atau plasmapheresis, yang berfungsi untuk mempercepat proses pemulihan. Selain itu, proses rehabilitasi fisik juga diperlukan untuk membantu pemulihan kekuatan otot secara bertahap.

Baca juga: Kontroversi Anggota DPR Dinonaktifkan Tanpa Pengurangan Gaji

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU