Ilmuwan berhasil menemukan spesies baru bunga Rafflesia yang dinamakan Rafflesia harjatii di hutan Kalimantan Timur. Penemuan ini menambah kekayaan biodiversitas Indonesia dan telah dipublikasikan pada 12 Januari 2026.
Baca juga: Peluncuran Smartphone Terbaru Realme dengan Kapasitas Baterai Jumbo
Bunga ini ditemukan di kawasan hutan yang sulit dijangkau, melibatkan tim peneliti dari Universitas Bengkulu dan BRIN. Temuan ini merupakan langkah maju dalam penelitian flora Indonesia yang kaya akan spesies unik.
Detail Penemuan dan Riset
Rafflesia harjatii ditemukan di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, pada tahun 2025. Penemuan ini dipimpin oleh Prof. Agus Susatya, seorang ahli botani dari Universitas Bengkulu, yang bekerja sama dengan sejumlah peneliti dari BRIN.
Dalam proses penelitian, Prof. Agus mengungkapkan bahwa bunga ini tumbuh di hutan dipterokarpa dataran rendah di ketinggian antara 325 hingga 329 meter di atas permukaan laut. Menariknya, seperti spesies Rafflesia lainnya, bunga ini bersifat parasit, menumpang pada tanaman dari genus Tetrastigma.
Wilayah penemuan Rafflesia harjatii dikenal sulit dijangkau dan jarang diteliti. Para peneliti melakukan analisis morfologi mendetail serta pemeriksaan DNA untuk menetapkan status sebagai spesies baru.
Baca juga: Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat: Tetap Bugar Di Rumah
Karakteristik Fisik
Secara fisik, Rafflesia harjatii memiliki diameter bunga yang berkisar antara 17 hingga 22 sentimeter. Ukuran dan pola bunga menjadi perbedaan mencolok dibandingkan dengan spesies Rafflesia lainnya.
Bercak putih yang terdapat pada bunga ini terlihat lebih jarang dan relatif lebih besar. Sementara diafragmanya lebih tebal dengan bukaan yang lebih sempit, memberikan ciri yang berbeda.
Struktur bagian dalam bunga menunjukkan ramenta berbentuk silindris dengan perkembangan yang baik, serta tonjolan khas pada cakram dalamnya yang tidak ditemukan pada spesies lainnya. Semua karakteristik ini menegaskan identitasnya sebagai spesies baru.
Apresiasi dan Konservasi
Temuan ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk dari Komunitas Peduli Puspa Langka (KPPL). Sofian, pendiri KPPL, menyatakan bahwa penemuan ini menegaskan bahwa alam Indonesia masih menyimpan banyak keajaiban.
KPPL berkomitmen untuk mendukung upaya konservasi Rafflesia, aktif mengampanyekan penyelamatan habitat bunga ini. Ucapan selamat juga disampaikan kepada tim peneliti atas keberhasilan yang diraih.
Penemuan Rafflesia harjatii menggarisbawahi pentingnya hutan Indonesia yang bukan hanya sebagai kekayaan alam, tetapi juga sebagai laboratorium hidup sekaligus tempat penelitian yang kaya akan potensi ilmiah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: