Minggu, 22 FEBRUARI 2026 • 10:20 WIB

Dampak Pernyataan Alumni Beasiswa LPDP dan Pentingnya Komitmen Pengabdian

Author

Dampak Pernyataan Alumni Beasiswa LPDP dan Pentingnya Komitmen Pengabdian

Pernyataan salah satu alumni beasiswa LPDP di Inggris memicu reaksi keras dari masyarakat. Ungkapan tersebut menyiratkan keinginan agar anak-anaknya tidak menjadi WNI, menyinggung komitmen para alumni terhadap negara.

Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Masyarakat

Setelah video itu viral, terungkap bahwa suami dari alumni tersebut juga merupakan penerima beasiswa LPDP dan diduga belum memenuhi kewajibannya. LPDP akhirnya memberikan keterangan mengenai pentingnya kontribusi alumni setelah menyelesaikan pendidikan.

Pernyataan Kontroversial Alumni LPDP

Video pernyataan dari DS yang viral di media sosial menyatakan bahwa anak-anaknya sebaiknya memiliki paspor asing. Dalam video itu ia berkata, "Cukup aku saja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu...".

Walaupun video tersebut sudah dihapus, dampaknya telah menyebar luas dan menarik perhatian publik. Hal ini menimbulkan perbincangan mengenai tanggung jawab sosial alumni yang menerima pendidikan dari dana publik.

Kejadian ini juga menyoroti konflik antara kemampuan untuk mendapatkan pendidikan tinggi dan kewajiban pengabdian kepada masyarakat dan negara asal.

Baca juga: Pilihan Olahraga Low Impact untuk Pemula

Profil Suami dan Rekam Jejak Akademik

Suami DS, berinisial API, adalah alumni LPDP yang menyelesaikan studi S2 di Utrecht University dan meraih gelar PhD di tahun 2022 dengan tesis yang membahas 'Morphodynamics of channel networks in tide-influenced deltas'.

Dalam tesisnya, API mengungkapkan terima kasih kepada LPDP atas dukungan yang diberikan selama menyelesaikan studinya. Kini, ia bekerja sebagai Postdoctoral Researcher di University of Exeter sejak Oktober 2022.

Meskipun memiliki rekam jejak akademik yang baik, terdapat pertanyaan mengenai apakah API akan memenuhi kewajibannya untuk berkontribusi di Indonesia setelah menyelesaikan studi.

Pentingnya Kewajiban Pasca Studi bagi Alumni

LPDP menetapkan kewajiban bagi penerima beasiswa untuk berkontribusi di Indonesia setelah menyelesaikan pendidikan. Anggi Afriansyah, sosiolog pendidikan dari BRIN, menekankan bahwa para alumni diminta untuk mengisi dokumen komitmen tersebut.

Meskipun LPDP memberikan fleksibilitas bagi alumni untuk melakukan penelitian di luar negeri, terdapat batasan waktu maksimum selama 24 bulan. Hal ini dimaksudkan untuk memungkinkan inovasi tanpa melanggar komitmen asli.

Anggi mengingatkan akan pentingnya pengawasan dari LPDP untuk memastikan alumni benar-benar melaksanakan janji mereka. Tanpa pengawasan yang ketat, alumni dapat berpotensi menunda pengabdian yang seharusnya dilakukan di tanah air.

Baca juga: Menciptakan Kamar Tidur Nyaman untuk Tidur Berkualitas dengan Fengshui

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU