Rabu, 18 FEBRUARI 2026 • 19:06 WIB

Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Mengancam Kesehatan Jantung

Author

Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Mengancam Kesehatan Jantung

Beberapa kebiasaan sehari-hari yang sering diabaikan ternyata dapat meningkatkan risiko gangguan jantung. Salah satunya adalah Atrial Fibrilasi, yang menjadi perhatian banyak ahli kesehatan belakangan ini.

Baca juga: Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat: Tetap Bugar Di Rumah

Dokter spesialis jantung memperingatkan perlunya perubahan gaya hidup untuk mencegah risiko ini, terutama di kalangan masyarakat yang semakin mengadaptasi pola hidup modern.

Peningkatan Kasus Atrial Fibrilasi di Masyarakat

Atrial Fibrilasi merupakan salah satu jenis aritmia yang paling sering terjadi dan dapat mengganggu fungsi jantung. Dokter spesialis jantung di Eka Hospital, Ignatius Yansen, menjelaskan bahwa kondisi ini menyebabkan detak jantung tidak teratur.

Jantung memiliki sistem kelistrikan alami untuk menjaga detak tetap stabil. Namun, faktor-faktor gaya hidup seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan obesitas bisa mengganggu sistem tersebut, meningkatkan risiko terjadinya atrial fibrilasi.

Seiring bertambahnya usia, risiko untuk mengalami kondisi ini juga meningkat. Di kalangan individu berusia di atas 80 tahun, angka kejadian atrial fibrilasi dapat mencapai 15-20 persen.

Baca juga: Penjarahan Rumah Uya Kuya: Reaksi Publik dan Diskursus Sosial

Manajemen Risiko Atrial Fibrilasi

Penanganan atrial fibrilasi tidak hanya bergantung pada tindakan medis, melainkan juga pada manajemen faktor risiko yang komprehensif. Pasien dengan diabetes perlu menjaga kadar gula darah agar tetap stabil.

Mereka yang mengalami hipertensi harus disiplin dalam mengontrol tekanan darah. Bagi individu dengan obesitas, disarankan untuk menurunkan berat badan secara bertahap.

Gangguan tidur seperti sleep apnea pun memerlukan perhatian khusus dan penanganan yang tepat. Ignatius menekankan, 'Tata laksana pertama dari atrial fibrilasi adalah kita harus menangani faktor risikonya.'

Berdampak Serius jika Dibiarkan

Gangguan irama jantung sering kali tidak menunjukkan gejala yang mencolok. Tanda-tanda seperti jantung berdebar, mudah lelah, atau napas yang terasa lebih pendek saat beraktivitas sering kali diabaikan.

Namun, jika tidak ditangani, kondisi ini bisa meningkat menjadi komplikasi serius, termasuk stroke dan gagal jantung. Oleh karena itu, perubahan gaya hidup menjadi sangat penting.

Sebagaimana dinyatakan oleh Ignatius, 'Mengurangi konsumsi alkohol, berhenti merokok, menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, serta mengontrol tekanan darah dan gula darah bukan sekadar saran umum, melainkan langkah nyata untuk melindungi 'baterai' alami jantung.'

Baca juga: Tips Aman Berolahraga: Cara Mencegah Cedera

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU