Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan pentingnya pemilihan menu berbuka puasa untuk menjaga keseimbangan gula darah. Beliau menyoroti risiko mengonsumsi gorengan dan minuman manis yang dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang signifikan.
Baca juga: Kontroversi Anggota DPR Dinonaktifkan Tanpa Pengurangan Gaji
Dalam sebuah unggahan di media sosial, Menkes Budi menjelaskan bahwa setelah seharian berpuasa, tubuh memerlukan asupan gula, namun harus cermat dalam memilih sumbernya untuk menjaga kesehatan.
Pentingnya Memilih Sumber Gula yang Tepat
Setelah seharian berpuasa, kadar gula darah cenderung menurun. Oleh karena itu, tubuh membutuhkan asupan yang mengandung gula untuk memulihkan energi.
Menkes Budi menegaskan, "Sehabis puasa pada saat berbuka, lambung kita kosong sehingga kita perlu makan yang mengandung gula, karena gula kita juga rendah." Pemilihan sumber gula yang tepat sangat krusial dalam menjaga kesehatan.
Beliau juga menekankan bahwa pilihan makanan yang mengandung karbohidrat kompleks lebih disarankan dibandingkan minuman manis. "Makanan-makanan ini semua mengandung karbohidrat, setidaknya karbohidratnya kompleks. Kalau kita makan karbohidrat ini akan diubah menjadi gula secara bertahap," ujar Menkes.
Baca juga: Olahraga Teratur: Investasi Kesehatan Jantung yang Tak Boleh Diabaikan
Risiko Minuman Manis dan Lonjakan Gula Darah
Menkes Budi menjelaskan potensi dampak negatif dari konsumsi minuman yang tinggi gula sederhana. "Beda kalau kita minum sirup, gula darahnya naik cepat. Ini berbahaya buat pankreas," ungkapnya.
Lonjakan gula darah mendadak dapat menimbulkan risiko kesehatan yang serius, karena pankreas harus bekerja lebih keras untuk memproduksi insulin agar kadar gula darah kembali stabil.
ICerminan pentingnya pemilihan asupan saat buka puasa, sehingga masyarakat perlu lebih cermat dalam memilih makanan.
Rekomendasi Sumber Karbohidrat yang Sehat
Sebagai alternatif yang lebih sehat, Menkes Budi merekomendasikan beberapa sumber karbohidrat kompleks seperti singkong, jagung, dan kacang-kacangan. "Makanan ini punya gula tapi pelepasannya bertahap, jadi energi pulih pelan-pelan tanpa bikin kaget tubuh," jelasnya.
Dengan mengonsumsi makanan yang tepat, masyarakat diharapkan dapat menjaga kadar gula darah tetap stabil selama bulan puasa.
Beliau juga mengajukan pertanyaan reflektif, "Nah jadi sekarang kalian mau buka puasanya yang mana? Mau yang enak atau yang sehat?" Yang menggugah kesadaran akan pentingnya pilihan makanan sehat.
Baca juga: Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Rutin: Menjaga Kesehatan dan Kualitas Hidup
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: